**Borneonews - Kigali, Rwanda**, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini menyambut kedatangan vaksin *mpox* yang pertama kali tiba di benua Afrika. Vaksin ini dianggap sebagai simbol solidaritas internasional dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang berskala global.
Nigeria telah menjadi negara pertama di Afrika yang menerima 10.000 dosis vaksin *mpox* pada hari Selasa. Penerimaan vaksin ini merupakan langkah strategis dalam upaya menanggulangi wabah penyakit virus yang telah menyerang sejumlah negara di kawasan tersebut.
Vaksin yang dikenal sebagai Jynneos (MVA) ini diproduksi oleh perusahaan farmasi Bavarian Nordic dan didonasikan oleh pemerintah Amerika Serikat. Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika, menyatakan bahwa kedatangan vaksin ini sangat penting bagi usaha untuk menghentikan penyebaran virus serta melindungi kesehatan masyarakat. Ia menegaskan, "Datangnya vaksin ini juga merupakan contoh jelas solidaritas internasional. Kami berterima kasih kepada pemerintah AS atas dukungan yang tulus."
WHO telah menetapkan *mpox* sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Pejabat kesehatan Nigeria menyatakan bahwa vaksin akan disebarluaskan ke lima negara bagian dengan kasus *mpox* tertinggi. Hingga 10 Agustus 2024, Nigeria melaporkan adanya 786 kasus yang dicurigai, 39 di antaranya telah dikonfirmasi, namun untuk tahun ini belum terdapat laporan korban jiwa.
Menurut data WHO, dua belas negara lain di benua Afrika juga telah melaporkan kasus *mpox*, dengan total lebih dari 15.000 kasus yang dicurigai. Di samping itu, Republik Demokratik Kongo, sebagai pusat wabah, serta Burundi dan negara-negara di Afrika Timur lainnya, saat ini masih menunggu kedatangan vaksin, seperti yang diinformasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC).
Pelayanan vaksin untuk Republik Demokratik Kongo diharapkan dapat dilakukan dengan kedatangan gelombang pertama dosis pada 1 September, setelah sempat mengalami penundaan akibat masalah dokumentasi dan otorisasi darurat, sebagaimana disampaikan oleh Jean Kaseya, kepala CDC Afrika, dalam sebuah konferensi pers. Mitra-mitra barat, termasuk Uni Eropa dan Amerika Serikat, telah menyatakan komitmen mereka untuk menyuplai sekitar 380.000 dosis vaksin *mpox*, sesuai dengan informasi dari CDC Afrika.
ANTARA
Vaksin Mpox Tiba di Afrika, Nigeria Jadi Penerima Pertama
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Komentar (0)
Memuat komentar…







