SURABAYA –
**Borneonews - Kediri**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri, yang terletak di Jawa Timur, telah resmi menerima pendaftaran pasangan bakal calon untuk Pilkada 2024. Pasangan tersebut terdiri dari Deny Widyanarko sebagai bakal calon Bupati dan Mudawamah yang akan menjabat sebagai bakal calon Wakil Bupati. Ketua KPU Kabupaten Kediri, Nanang Qosim, menyampaikan rasa syukur karena pada hari kedua pendaftaran, pihaknya bisa menerima berkas pasangan Deny dan Mudawamah. Hal ini sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan dalam proses pendaftaran. Nanang menambahkan bahwa Liaison Officer (LO) dari pasangan tersebut telah menjalankan tugasnya dengan baik, berkomunikasi secara efektif dengan KPU untuk memastikan semua dokumen pendaftaran dinyatakan lengkap. Setelah proses pendaftaran ini, tahap selanjutnya adalah verifikasi administratif dan faktual. Nanang menjelaskan bahwa KPU akan melakukan pemeriksaan terhadap berkas yang ada dan jika terdapat kekurangan, masih ada waktu yang disediakan untuk perbaikan. Lebih lanjut, Nanang menjelaskan bahwa pasangan bakal calon diwajibkan untuk menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) di Malang. Untuk itu, tim dari pasangan tersebut perlu berkoordinasi dengan pihak rumah sakit agar waktu yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. KPU menekankan pentingnya prinsip pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, dan adil. Nanang menggarisbawahi tag line yang diusung, yaitu "Pilkada jujur Kediri makmur". Ia juga mengingatkan agar proses pemilihan tidak menimbulkan perpecahan atau permusuhan antar sesama warga. Ia mengajak semua pihak untuk berkomitmen bersaing dengan semangat silaturahmi demi kesejahteraan Kabupaten Kediri. Sementara itu, Deny Widyanarko, bakal calon Bupati, menyampaikan apresiasi kepada KPU yang telah menerima pendaftarannya. Ia juga berterima kasih kepada partai politik yang telah memberikan dukungan dalam bentuk rekomendasi, sehingga proses pendaftaran dapat berjalan dengan baik. Deny menjelaskan motivasinya untuk maju dalam Pilkada 2024 ini berasal dari dorongan tokoh masyarakat yang menginginkan Kabupaten Kediri menjadi lebih baik dan maju. Ia berencana meluncurkan sembilan program unggulan, salah satunya adalah program pembangunan dusun dengan anggaran terukur antara Rp300 juta hingga Rp500 juta per tahun untuk setiap dusun. Deny menekankan bahwa program ini bertujuan untuk mendukung peningkatan kualitas dusun. Ia mengakui bahwa meskipun pemerintah pusat telah menganggarkan dana melalui alokasi dana desa (ADD), seringkali dusun perlu menunggu giliran untuk mendapatkan perhatian program, tergantung pada jumlah kawasan yang ada. "Dana desa tersebut sering kali memerlukan antrean setiap tahunnya, dan terkadang kebutuhan masyarakat belum sepenuhnya terakomodasi. Oleh karena itu, sebagai pemerintah daerah, kami akan fokus pada pembangunan yang merata di semua dusun, baik yang berada di pinggir kota maupun di tengah kota," papar Deny. Dalam momen pendaftaran ini, pasangan Deny dan Mudawamah diiringi oleh ribuan pendukung yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai NasDem, serta relawan. Massa pendukung tersebut memulai perjalanan dari DPC PKB Kabupaten Kediri menuju kantor KPU, dan setelah tiba di lokasi, mereka menyerahkan berkas pendaftaran yang kemudian diverifikasi oleh petugas KPU. ANTARA