JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Direktorat Jenderal Kebudayaan di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menekankan pentingnya pemahaman pemimpin mengenai perbedaan serta keberagaman kebudayaan. Hal ini perlu agar mereka dapat menganggap kebudayaan sebagai salah satu aset bangsa yang mesti dilestarikan. Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan, menjelaskan bahwa pemimpin yang menyadari keberagaman kebudayaan cenderung memiliki rasa empati dan toleransi yang tinggi. Sikap ini tercermin saat mereka merespons perbedaan dalam sudut pandang dan kepentingan individu maupun kelompok masyarakat, yang tentunya dipengaruhi oleh perbedaan kebudayaan. “Jika seorang pemimpin memahami kebudayaan, maka manfaat paling mendasar adalah timbulnya empati. Ketika kita dapat mengenali hal-hal yang berbeda dari kita, itu akan mendorong terbangunnya rasa empati. Dengan demikian, kita mampu menempatkan diri dalam posisi orang lain yang berbeda, tidak hanya mentoleransi tindakan mereka, tetapi juga merasakan empati yang mendalam," ungkap Hilmar dalam webinar berjudul *Bridging Cultures, Building Leaders* yang berlangsung pada Rabu malam. Lebih lanjut, Hilmar menegaskan bahwa keberagaman kebudayaan merupakan fakta yang tak terelakkan bagi seorang pemimpin. Keberagaman tersebut memberi individu dan komunitas kekuatan untuk bertahan hidup melalui berbagai pengetahuan lokal yang diperoleh. Oleh karena itu, saat merumuskan kebijakan atau proyek pembangunan, pemimpin perlu mempertimbangkan keberagaman kebudayaan sejak awal. Mereka tidak boleh melihat keberagaman sebagai penghalang. Hilmar memberikan contoh dalam konteks penanganan krisis iklim. Menurutnya, pendekatan yang diambil oleh kementerian atau lembaga terkait tidak bisa semata-mata bersandar pada solusi modern yang dianggap universal, tanpa mempertimbangkan pengetahuan dan kearifan lokal yang ada di masing-masing wilayah. “Apabila keberagaman budaya dikurangi atau dibatasi, itu akan mengancam eksistensi kita sebagai manusia. Terutama di Indonesia yang sangat kaya akan keberagaman ini, kemampuan untuk mengelola keberagaman tersebut merupakan hal yang sangat penting,” tutupnya. ANTARA