JAKARTA –
**Borneonews - Berlin**, Jerman dan Inggris mengharapkan adanya kemajuan dalam proses negosiasi terkait gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Keduanya mendesak pihak berwenang Israel untuk menyediakan akses bantuan kemanusiaan yang tidak terhalang. Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan bersama Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, di Berlin, Kanselir Jerman Olaf Scholz menyatakan bahwa peningkatan ketegangan di wilayah Timur Tengah menjadi perhatian utama bagi kedua negara. Scholz menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi yang dialami oleh warga Gaza, yang semakin parah, serta adanya peningkatan risiko konfrontasi bersenjata. "Kami mendesak semua pihak untuk segera melanjutkan dialog demi mencapai kesepakatan gencatan senjata serta pembebasan para sandera," ujar Scholz dalam pernyataannya. Ia juga menekankan pentingnya tindakan yang diambil oleh pihak berwenang Israel untuk mencegah jatuhnya korban di Gaza dan mengizinkan lebih banyak bantuan kemanusiaan untuk memasuki daerah tersebut. "Situasi kemanusiaan yang sangat menyedihkan di Gaza menjadi perhatian saya. Selain itu, perlindungan bagi warga sipil serta pekerja kemanusiaan semakin memprihatinkan," ungkapnya. "Sekarang adalah waktu bagi Israel untuk lebih berperan aktif dalam situasi ini." Di sisi lain, Starmer menegaskan perlunya kesamaan pandangan antara Inggris dan Jerman dalam hal penyelesaian konflik di Timur Tengah. Ia menggarisbawahi komitmen kedua negara untuk terus bekerja sama menemukan jalan keluar secara politik. Starmer juga mendesak pembukaan "akses kemanusiaan yang tidak terbatas ke Gaza" dan menekankan bahwa kolaborasi antara negara-negara akan sangat vital untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut serta mencapai gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Dia menambahkan bahwa pembentukan sebuah negara Palestina yang dapat berdampingan dengan Israel merupakan "satu-satunya cara" untuk mencapai perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan dalam jangka panjang bagi seluruh masyarakat di kedua negara. "Walaupun tujuan ini tidaklah mudah dicapai, kami semua berkomitmen untuk mencapainya bersama," tutup Starmer. ANTARA