JAKARTA –
**Borneonews - Tasikmalaya**, Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf. Davy Darma Putra, menyampaikan bahwa kondisi prajurit TNI yang mengalami keracunan makanan saat mengikuti apel persiapan kunjungan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, di Tasikmalaya, Jawa Barat, telah menunjukkan perbaikan. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Rabu, dan para prajurit tersebut kini mendapatkan perawatan di rumah sakit. Menurut penjelasan Kapendam, sekitar 49 peserta apel yang terdiri dari gabungan pasukan TNI, Polri, serta instansi lainnya, mengalami keracunan. Dari jumlah tersebut, 15 di antaranya adalah prajurit TNI. Saat ini, mereka dalam keadaan mulai membaik, seperti yang ditegaskan oleh Davy saat dihubungi melalui telepon. Lebih lanjut, Kapendam menyatakan bahwa tindakan penyelidikan terkait insiden keracunan massal sedang dilakukan oleh pihak kepolisian. Investigasi ini bertujuan untuk mengungkap penyebab pasti dari insiden yang tidak diinginkan ini. Acara apel yang diikuti oleh sekitar 500 peserta tersebut dihelat di pusat kota Kabupaten Tasikmalaya sebagai persiapan untuk mengamankan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Bendungan Leuwikeris yang dijadwalkan pada hari berikutnya. Setelah pelaksanaan apel, peserta mendapatkan sajian makanan yang terdiri dari nasi kuning, telur, perkedel, sambal, serta potongan timun. Namun, sekitar pukul 12:00 WIB, beberapa peserta mulai menunjukkan gejala keracunan, seperti muntah, lemas, dan mual. Beberapa dari mereka dilarikan ke Puskesmas Manonjaya, sedangkan yang lain dijanjikan perawatan di RSUD Kota Banjar dan RS Mitra Idaman Kota Banjar. Presiden Joko Widodo direncanakan meresmikan Bendungan Leuwikeris di Kecamatan Cineam, Tasikmalaya, bersama pejabat dari kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah. Bendungan ini termasuk dalam proyek strategis nasional dan dibangun di perbatasan antara Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya. Proses konstruksi dimulai pada tahun 2016 dan dijadwalkan selesai pada Agustus 2024. Tujuan utama pembangunan bendungan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di area Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, dan Cilacap. Selain itu, Bendungan Leuwikeris juga berfungsi untuk irigasi, menjadi pembangkit listrik tenaga air, serta membantu konservasi air tanah, budidaya perikanan, dan mendukung sektor pariwisata. ANTARA