SEMARANG –
**Borneonews - Solo**, Polresta Surakarta telah menyiapkan tim yang terdiri dari 750 personel gabungan untuk mengamankan aksi demonstrasi yang diadakan oleh mahasiswa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta, yang terletak di Jawa Tengah. Aksi tersebut berlangsung pada hari Rabu, 29 Agustus 2024. Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa sekitar 1.000 mahasiswa, yang mengenakan pakaian hitam, mulai mendatangi area depan Kantor DPRD Kota Surakarta sekitar pukul 16.00 WIB. Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Iwan Saktiadi, menyampaikan bahwa personel yang terlibat dalam pengamanan terdiri dari berbagai instansi, termasuk Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Brimob. "Kami berkomitmen untuk menjaga dan mengawal penyampaian pendapat yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Solo Raya," ungkap Iwan Saktiadi. Orasi yang dilakukan oleh mahasiswa ini berlangsung hingga sekitar pukul 17.30 WIB. Selanjutnya, mereka meminta untuk diizinkan masuk ke dalam halaman Kantor DPRD. Setelah dilakukan negosiasi antara pihak kepolisian, TNI, dan perwakilan mahasiswa, mereka akhirnya diperbolehkan masuk dengan batasan waktu yang telah disepakati. Di dalam halaman Kantor DPRD, mahasiswa kemudian menyampaikan berbagai kritik dan aspirasi terhadap program pemerintahan yang sedang berjalan. "Kami berupaya menjaga keamanan selama demonstrasi berlangsung, dan kami telah berbicara dengan koordinator lapangan untuk memastikan agar semua rekan-rekannya tidak bersikap anarkis. Syukur alhamdulillah, mereka dapat mematuhi waktu yang telah ditentukan. Aksi ini selesai dengan aman, tanpa adanya insiden yang merugikan," lanjutnya. Terkait insiden yang sempat terjadi berupa saling lempar di antara para demonstran, Kapolresta menjelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan tindakan yang dilakukan oleh peserta aksi itu sendiri. Ia menegaskan bahwa tidak ada anggota polisi yang terlibat dalam situasi tersebut. "Berdasarkan laporan yang kami terima, mereka tampak tidak saling mengenal satu sama lain. Sementara itu, pasukan kami tidak melakukan tindakan represif. Mereka juga tidak mengetahui siapa yang memulai lemparan tersebut," tambahnya. Akhirnya, aksi unjuk rasa tersebut berakhir pada pukul 18.00 WIB, bersamaan dengan pengunduran diri aparat kepolisian dari lokasi kejadian. ANTARA