BORNEONEWS, Sukamara – Melimpahnya hasil tangkapan selama tiga pekan ini menyebakan para nelayan di Sukamara merasa kesulitan memasarkan  ikan hasil tangkapanya. Ini menyebakan harga ikan sungai di Kabupaten Sukamara turun drastis.  


Madal, seorang nelayan di Sungai Jelai mengaku bahwa ia merasa kesulitan memasarkan hasil tangkapannya. Hal tersebut karena banjirnya ikan sungai di pasar, sehingga agar ikan miliknya laku terjual dirinya harus menjual ikan tersebut dengn harga yang jauh dari harga biasanya.


“Karena ikan ini dalam jumlah banyak dan sekarang pemasarannya lagi sulit terpaksa ikan ini kita jual Rp9.000/kg. Padahal  jika dibandingkan harga normal selisihnya cukup banyak,” kata Madal, Minggu (10/07/2016).


Ia menjelaskan, dalam kondisi normal ia biasa menjual ikannya dengan harga Rp20.000/kg. Bahkan jika ikan dalam keadaan langka harga bisa meningkat dua kali lipat dari harga normal.


Meski kini ia harus menjual dengan harga murah, namun ia tetap merasa bersyukur ikan yang dijualnya telah laku.


“Jika ikannya kita kurung, kita harus memberinya makan lagi. Jika tidak, ikan haruan maka ini akan memakan teman-temannya sendiri,” jelasnya. (MG-13/m)