JAKARTA –
**Borneonews - Gaza**, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa Israel telah menolak permohonan akses untuk pengiriman bahan bakar ke rumah sakit di Gaza utara sebanyak lima kali dalam satu minggu terakhir. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, dalam sebuah konferensi pers. Dujarric menegaskan bahwa berbagai rumah sakit di wilayah Gaza utara mengalami kekurangan pasokan bahan bakar sejak lebih dari sepuluh hari yang lalu. Situasi ini sangat mengkhawatirkan mengingat ketergantungan banyak fasilitas kesehatan pada bahan bakar untuk operasionalnya. Lebih lanjut, Dujarric juga mencatat adanya lonjakan jumlah pengungsi di Gaza selatan. Hal ini disebabkan oleh perintah evakuasi yang dikeluarkan oleh Israel dan masih berlangsung hingga saat ini, yang menyebabkan tingginya kepadatan penduduk di daerah tersebut. Dalam perkembangan lainnya, PBB juga berusaha untuk meningkatkan upaya vaksinasi polio di wilayah itu. Dujarric mengungkapkan bahwa saat ini sedang dilakukan pelatihan dan penentuan lebih dari 1.000 tenaga kesehatan serta relawan di 11 pusat kesehatan untuk program vaksinasi ini. Kampanye vaksinasi polio yang sedang berlangsung menargetkan agar setidaknya 95 persen dari lebih 640.000 anak di bawah usia sepuluh tahun di Gaza dapat mendapatkan vaksin. Upaya ini sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit polio yang dapat mengancam kesehatan anak-anak di wilayah tersebut. ANTARA