JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, Kamis. Momen ini terjadi menjelang rilis data produk domestik bruto (PDB) AS yang dinantikan oleh pelaku pasar. Saat pembukaan perdagangan pagi, rupiah mengalami kenaikan sebesar 7 poin atau setara dengan 0,05 persen, sehingga nilainya menjadi Rp15.415 per dolar AS. Sebelumnya, nilai tukar mata uang ini tercatat pada level Rp15.422 per dolar AS. Menurut pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, penguatan rupiah dapat dikaitkan dengan adanya harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan di AS yang direncanakan pada bulan September. Hal ini menciptakan optimisme di kalangan investor dan pelaku pasar. Ariston juga menjelaskan bahwa pada malam hari ini dan esok, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada data ekonomi AS yang dinilai dapat mengonfirmasi ekspektasi tersebut, terutama berkaitan dengan besaran pemangkasan suku bunga. Data kepemilikan PDB dan indeks harga konsumsi pribadi (PCE Price Index) menjadi acuan penting dalam analisis ini. Ekspektasi adanya pemangkasan suku bunga berpotensi memberikan tekanan lebih lanjut terhadap dolar AS. "Dengan pola pergerakan rupiah saat ini serta sentimen positif terkait pemangkasan suku bunga yang masih berlanjut, terdapat peluang bagi rupiah untuk terus menguat terhadap dolar AS pada hari ini," tambahnya. Lebih lanjut, ia memperkirakan bahwa rupiah memiliki potensi untuk menguat hingga mencapai level Rp15.380 per dolar AS, dengan batas resisten di kisaran Rp15.460 per dolar AS. Dengan demikian, pergerakan nilai tukar ini menjadi salah satu perhatian utama di kalangan analis dan investor. ANTARA