JAKARTA –
**Borneonews - Ternate**, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan bahwa operasi pencarian korban banjir bandang di Kelurahan Rua, Ternate, Maluku Utara, masih berlangsung dan direncanakan akan berlanjut setidaknya hingga Sabtu, 31 Agustus. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa prosedur operasional standar dalam situasi bencana menetapkan waktu pencarian korban selama 7 x 24 jam, terutama ketika masih ada korban yang dinyatakan hilang. Dia menambahkan bahwa sebelumnya, operasi pencarian sempat dihentikan pada Rabu siang, namun penghentian tersebut bersifat sementara. Tim SAR gabungan, yang dilengkapi dengan alat berat, kini telah kembali melanjutkan pencarian setelah hujan reda. "Saat ini, hanya satu warga yang belum ditemukan sejak terjadinya bencana tersebut," ucapnya. Banjir bandang yang melanda Ternate terjadi pada hari Ahad, 25 Agustus, sekitar pukul 03.30 WIT, setelah wilayah tersebut dilanda hujan deras dengan durasi yang cukup lama. Akibat bencana alam ini, tercatat sebanyak 18 orang meninggal dunia, delapan orang mengalami luka-luka, dan sebanyak 185 penduduk terpaksa mengungsi di SMKN 4 Ternate. Data ini diperoleh dari tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB. Selain itu, banjir yang membawa material lumpur, pasir, dan bebatuan dari Gunung Gamalama juga menyebabkan kerusakan parah pada 25 unit rumah serta sebuah mushola. Banjir ini juga merusak beberapa meter jalan penghubung di wilayah tersebut. BNPB berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dasar setiap korban dengan memadai selama masa tanggap darurat. Mereka juga berupaya untuk mempercepat proses normalisasi lingkungan, termasuk perbaikan rumah-rumah warga yang terdampak, melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. ANTARA