BORNEONEWS, Sampit - Pasca lebaran, sampah terlihat menumpuk di sisi jalan di Kota Sampit. Pemandangan tersebut membuat kondisi jalalan di Kota ini kian tak sedap terlihat. Apalagi bau sampah tersebut, kian menyengat hingga membuat warga yang kebetulan lalu lalang di sekitar tumpukan sampah terpaksa menutup hidung.

Pantauan Borneonews, di beberapa titik lokasi penumpukan sampah pada Minggu (10/7/2016) sekitar pukul 09.00 WIB, sampah terlihat berserakan di pinggir jalan. Bahkan beberapa di antaranya terlihat berhamburan di tengah jalan lantaran dibiarkan menumpuk begitu saja.

Seperti yang terlihat di Jalan MT Haryono sebelum perempatan lampu merah antara Jalan MT Haryono dan HM Arsyad. Di tempat itu sebenarnya bukan tempat pembuangan sampah akan tetapi kali ini dijadikan tempat pembuangan sampah yang berasal dari sampah rumah tangga.

“Di sini sebenarnya bukan tempat pembuangan sampah, tapi kami kaget kok langsung lihat ada tumpukan sampah di pinggir jalan,” kata Bendi, salah seorang sopir travel dekat tumpukan sampah di jalan MT haryono Sampit, Minggu (10/7/2016).

Selain di lokasi itu, banyak tempat pembuangan sementara (TPS) yang sampahnya meluber keluar TPS. Seperti yang terlihat di jalan Cilik Riwut Km 4, sebelum Kantor Polsek Baamang, terlihat sampah meluber ke jalan raya, lantaran pasca Idul Fitri 1437 Hijriyah belum ada petugas yang mulai melakukan pengangkutan sampah.

Menurut warga, biasanya paling lambat petugas dari Dinas Perumahan Tata Kota dan Kebersihan (Dispertasih) mengangkut sampah setiap hari.

“Sampah tersebut belum diangkut-angkut setelah lebaran, makanya menumpuk,” ungkap Rudi, seorang warga lainnya. (RAFIUDIN/m)