JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, PT Transportasi Jakarta, yang lebih dikenal sebagai TransJakarta, telah mengambil sejumlah langkah proaktif untuk mengantisipasi dampak demonstrasi yang melibatkan pengemudi ojek *online* dan kurir di kawasan Jabodetabek, yang direncanakan berlangsung hari ini. Direktur Operasional dan Keselamatan TransJakarta, Daud Joseph, menjelaskan bahwa perusahaan merasa bertanggung jawab untuk tetap menyediakan layanan transportasi yang optimal, terutama ketika penyedia layanan lain mungkin tidak dapat beroperasi. "Pelayanan kepada masyarakat harus selalu dalam posisi siap dalam kondisi apapun. Terlebih lagi jika penyedia layanan lain tidak beroperasi, maka kami wajib untuk memenuhi kebutuhan ini lebih dari biasanya," tandasnya. Dalam upaya memastikan kelancaran transportasi, TransJakarta merencanakan untuk mempercepat waktu kedatangan bus, yang dikenal sebagai *headway*, guna menghindari penumpukan penumpang di halte. Selain itu, perusahaan juga mengatur untuk menyiagakan armada bus cadangan apabila diperlukan. Joseph menyebutkan bahwa pihaknya masih memiliki sekitar 10 persen cadangan armada. Biasanya armada tersebut digunakan untuk perawatan dan pemeliharaan. Namun, dalam situasi seperti ini, TransJakarta bersedia untuk memanfaatkan seluruh armada yang ada. "Dengan sumber daya ini, kami berharap bisa mengatasi kekosongan layanan transportasi dengan baik," ujarnya. Lebih lanjut, untuk menjaga kelancaran layanan, TransJakarta memutuskan untuk menunda penerapan *split shift*, yakni pengurangan armada bus setelah jam sibuk pagi. Nah, pada jam-jam yang cenderung sepi, seperti antara pukul 09.00 - 16.00 WIB, bus biasanya dikembalikan. "Namun, jika aksi unjuk rasa berlangsung pada jam tersebut, kami tidak akan melakukan pengurangan armada agar layanan tetap tersedia," sambung Joseph. Sebagai catatan tambahan, aksi unjuk rasa yang diorganisir oleh komunitas pengemudi ojek *online* dan kurir di Jabodetabek akan menargetkan rute yang mencakup Istana Merdeka, kantor Gojek di Petojo, Jakarta Pusat, dan kantor Grab di Cilandak, Jakarta Selatan. Aksi ini diharapkan dapat diikuti oleh antara 500 hingga 1.000 orang yang tergabung dalam Asosiasi Pengemudi Transportasi Daring Roda Dua Nasional Garda Indonesia. ANTARA