SAMARINDA –
**Borneonews - Samarinda**, Kota Samarinda telah dinyatakan sebagai penerima Bantuan Keuangan (bankeu) terbesar dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk tahun anggaran 2024, dengan total dana mencapai Rp588,3 miliar. Kepala Bagian Pengendalian Administrasi Pelaksanaan Pembangunan Wilayah Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim, Erwin Dharmawan, memberikan penjelasan terkait alokasi dana tersebut. Dia menyampaikan bahwa total bankeu yang akan disalurkan oleh pemerintah provinsi kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Kaltim berjumlah Rp1,8 triliun untuk tahun anggaran yang sama. Samarinda, yang juga merupakan ibu kota Provinsi Kaltim, berbagi posisi sebagai penerima dana paling besar dengan Kabupaten Paser dan Berau. Erwin menegaskan, "Samarinda ini penerima terbesar. Disusul Paser dan Berau." Sebanyak Rp385 miliar dari total bankeu tersebut dianggarkan sebagai transfer dari Pemprov Kaltim, yang terdiri dari dua kategori yaitu bankeu non spesifik tahap II yang mencapai 65 persen dan bankeu spesifik yang telah terselesaikan 100 persen. Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setdakot Samarinda, Suryo Priyo Raharjo, menjelaskan bahwa dana bankeu dari Pemprov Kaltim ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana fasilitas publik di daerah tersebut. Beberapa program yang direncanakan antara lain adalah peningkatan kualitas jalan di seluruh wilayah kota, rehabilitasi jembatan, pembangunan median dan trotoar, perbaikan saluran drainase, serta pengadaan dan pemasangan Penerangan Jalan Umum (*PJU*). Selain itu, dana ini juga akan digunakan untuk pengadaan dan pemasangan fasilitas penunjang untuk Sistem Penyediaan Air Minum (*SPAM*). Suryo menambahkan, "Alhamdulillah, Pemkot Samarinda menerima bankeu Pemprov Kaltim sebesar Rp588 miliar yang kami akan gunakan untuk pembangunan infrastruktur pada sektor pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Ini juga mencakup kegiatan spesifik lainnya seperti penanganan stunting dan pelatihan peningkatan keterampilan di sektor konstruksi." Ia juga berharap agar bantuan keuangan ini dapat menjadi stimulan bagi percepatan pembangunan di Samarinda. Saat ini, kota ini tengah mengalami transformasi untuk menuju perannya sebagai mitra Ibu Kota Negara (*IKN*). ANTARA