**Borneonews - Natuna**, Pemerintah Kabupaten Natuna yang terletak di Kepulauan Riau telah melaksanakan kegiatan orientasi untuk tim pendamping keluarga di daerah tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai tanggung jawab dan fungsi tim dalam melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak negatif stunting.
Wakil Bupati Natuna, Rodhial, menyatakan bahwa pembicaraan mengenai stunting melibatkan banyak aspek. Hal tersebut mencakup kondisi tempat tinggal, keadaan ekonomi, serta pola hidup masyarakat setempat. Ia membuka kegiatan ini di Kecamatan Bunguran Timur pada hari Kamis.
Tim pendamping keluarga terdiri dari anggota masyarakat yang dibentuk untuk mendukung pemerintah dalam memberikan bantuan kepada keluarga yang berisiko mengalami stunting. Tanggung jawab mereka meliputi pendataan terhadap bayi yang berusia di bawah dua tahun dan ibu hamil, dengan tujuan memantau kesehatan serta perkembangan keluarga dan memberikan edukasi tentang bahaya stunting.
Sri Riawati, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Natuna, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai cara percepatan penurunan stunting, pengertian terkait stunting serta pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan. Selain itu, peserta juga dilatih mengenai mekanisme kerja tim pendamping keluarga, pemanfaatan aplikasi *elsimil* dan *sipantas*, serta keterampilan komunikasi interpersonal yang efektif dalam pendampingan keluarga yang berisiko.
"Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan tim pendamping keluarga dalam memberikan pendampingan kepada keluarga-keluarga yang berisiko stunting," ungkapnya.
Peserta kegiatan ini mendapatkan berbagai materi yang mencakup isu stunting di Kabupaten Natuna, pemahaman dasar terkait stunting dan 1.000 hari pertama kehidupan, mekanisme kerja tim pendamping keluarga, peran penting kampung keluarga berkualitas, serta penggunaan aplikasi *elektronik siap nikah siap hamil* (elsimil) dan *sistem informasi pasangan berkualitas* (sipantas).
Sebanyak 100 peserta hadir dalam kegiatan ini, yang terdiri dari anggota tim pendamping dari Kecamatan Bunguran Timur, Tengah, Timur Laut, Selatan, dan Batubi.
ANTARA
Pemkab Natuna Gelar Orientasi Tim Pendamping Keluarga untuk Atasi Stunting
Bagikan:

BATAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bhayangkara FC Jaga Laju Tak Terkalahkan Usai Imbang 0-0 Lawan PSM
Sesosok Jasad Ditemukan di Bawah Bangunan Lapangan Padel Banjarmasin
Kodim Murung Raya Diresmikan, Pangdam Tekankan Stabilitas Wilayah
Kopassus: Letda Jihad Meninggal Akibat Pistol Meledak
RI Kaji Penanganan WN Afghanistan Korban TPPO
Tujuh WNI yang Diamankan di Kapal MT Global Terkait Narkoba Dilepaskan
Komentar (0)
Memuat komentar…







