BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Rumah milik Sarwani (52), di Desa Muara Dadahup RT5, Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas terbakar, Sabtu (9/7) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Seorang pemuda bernama Hengki tewas tersengat listrik.


Beberapa warga sekitar memang berusaha memadamkan api dengan alat seadaanya, seperti ember atau jenis yang lainnya. Namun api sulit untuk dipadamkan. Dari puluhan warga yang memadamkan api, terdapat seorang pemuda bernama Hengki. 20). Dia turut serta memadamkan api. Namun entah mengapa, salah satu kaki Hengki menyentuh kabel listrik telanjang. Akibatnya korban langsung terkapar tak sadarkan diri.


Oleh warga sekitar, kabel telanjang itu disingkirkan menggunakan balok kayu. Setelah itu, korban yang warga Desa Karya Bersama RT1, Kecamatan Kapuas Murung itu langsung dilarikan warga dan polisi yang kebetulan datang ke lokasi kebakaran, menuju Puskesmas setempat. Setelah sampai ke Puskesmas, ternyata Hengky dinyatakan petugas setempat sudah meninggal dunia.


Kapolres Kapuas AKBP Jukiman Situmorang, melalui Kapolsek Kapuas Murung Iptu Juhri memgatakan, insiden kebakaran itu terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 20.30 Wib. "Warga berusaha untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya dan korban juga ikut. Namun nahas kakinya keinjak kabel lisrik langsung saja terhempas ke tanah." kata Iptu Juhri yang dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Minggu (10/7)


Juhri menambahkan, tak lama setelah kejadian, beberapa anggota Polsek Kapuas Murung tiba di lokasi kebakaran dan mengevakuasi korban Hengky. "Sebelum tubuh Hengky dievakuasi, terlebih dahulu kami menyingkirkan kabel listrik telajang ke tempat yang lebih aman menggunakan kayu. Kami juga menghubunggi petugas PLN agar secepatnya mematikan aliran listrik," ungkapnya.


Dari beberapa keterangan saksi mata yang dimintai keterangan polisi, seperti Rudi (44), Lenawati (32), Sahrani (41) Nikmahwati (15) serta Saipulah (32) mengatakan, sebelum terbakar pada Sabtu (9/7) siang hari, rumah milik Sarwani ditinggalkan pergi pemiliknya berlebaran menemui keluarganya ke Palingkau. Sehingga rumah dalam keadaan kosong sama sekali.


Ditanya asal mula api, kapolsek mengakui masih dalam penyelidikan petugasnya. Dalam kejadian ini, polisi menyita ember warna hitam.


Untuk kerugian total ditaksir mencapai sekitar Rp75 juta. Petugas juga sudah memasang garis polisi di sekitar lokasi kebakaran. (DJEMMY NAPOLEON/m)