**Borneonews - Palu**, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat penerimaan sejumlah 608 layanan konsumen dalam periode Januari hingga Juli 2024. Layanan yang diterima mencakup berbagai jenis interaksi yang dilakukan oleh para konsumen.
Dari total yang ada, sebanyak 72 merupakan pengaduan, 504 adalah pemberian informasi kepada konsumen, serta 28 lainnya adalah informasi yang diterima dari konsumen. Kepala OJK Sulteng, Triyono Raharjo, menjelaskan bahwa rincian dari layanan tersebut meliputi 309 layanan yang berkaitan dengan sektor perbankan, 221 tentang perusahaan pembiayaan, 20 layanan terkait asuransi, empat untuk pegadaian, dan 19 layanan yang mencakup industri *fintech*.
Namun, layanan tersebut tidak hanya terbatas pada bidang-bidang tersebut. Terdapat satu layanan yang berkaitan dengan lembaga keuangan mikro dan 34 layanan lainnya yang berkaitan dengan lembaga jasa keuangan yang tidak berada di bawah pengawasan OJK. Selain itu, OJK Sulteng juga menerima 4.615 permohonan mengenai informasi debitur melalui sistem *Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK)*.
Triyono menyatakan bahwa dalam rangka melindungi konsumen di sektor jasa keuangan, OJK Sulteng bekerja sama dengan Tim Satgas Waspada Investasi. Mereka secara aktif melakukan sosialisasi mengenai kewaspadaan terhadap investasi dan pinjaman online, serta menerbitkan informasi mengenai perusahaan *fintech* yang memiliki izin OJK dan yang beroperasi secara ilegal.
Langkah-langkah ini juga diimbangi dengan program pendidikan yang difokuskan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. OJK Sulteng berkomitmen untuk melakukan kampanye edukasi secara intensif, baik melalui tatap muka maupun menggunakan platform media sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan keuangan masyarakat di daerah tersebut.
Sejak awal tahun 2024, OJK Sulteng telah melaksanakan sebanyak 49 kegiatan edukasi yang diikuti oleh 7.843 peserta. Program ini mencakup berbagai kalangan masyarakat, termasuk petani, nelayan, ibu rumah tangga, pelajar, hingga penyandang disabilitas.
Triyono menegaskan bahwa OJK Sulteng terus berusaha menjalankan fungsi dan tugasnya dengan sebaik mungkin. Hal ini termasuk mendorong stabilitas dalam industri jasa keuangan, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta menjaga perlindungan konsumen. Selain itu, OJK Sulteng juga terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung perkembangan ekonomi nasional.
ANTARA
Laporan OJK Sulteng, 608 Layanan Konsumen Diterima di 2024
Bagikan:

PALU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Komentar (0)
Memuat komentar…







