**Borneonews - Bali**, Jenama Hatten Wines, yang merupakan produsen anggur lokal, merayakan pencapaian luar biasa selama 30 tahun sebagai pionir dalam industri pembuatan wine di Bali. Sejak didirikan, perusahaan ini telah memainkan peran penting dalam pengembangan tradisi pembuatan anggur yang khas di pulau yang terkenal dengan keindahan alamnya.
Hatten Wines memanfaatkan varietas anggur internasional, sekaligus menjunjung tinggi warisan lokal yang tumbuh di kebun anggur mereka. Kebun anggur yang terletak di antara desa Seririt dan Sanggalangit di pantai utara Bali, menjadi pusat dari penelitian dan pengembangan *vitikultur* yang terus menerus.
Pendiri dan CEO Hatten Wines, Ida Bagus Rai Budarsa, menjelaskan bahwa perjalanan Hatten Wines dimulai secara sederhana hanya dengan satu varian anggur *rosé* yang dihasilkan dari varietas asli Bali, Alphonse Lavallée. Namun, seiring berjalannya waktu, kilang anggur ini mampu berkembang pesat. Kini, Hatten Wines mengelola sekitar 60 hektar kebun anggur di Singaraja dan memproduksi beragam jenis wine yang mencerminkan terroir unik pulau Bali.
Perusahaan ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap sektor pariwisata dan industri di Bali. Dengan pemosisian yang strategis dan pertumbuhan yang positif, Hatten Wines dilaporkan memiliki nilai saham mencapai Rp27 miliar. Selain itu, Hatten Wines telah mendapatkan pengakuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia sebagai Mitra Cobranding, yang menggarisbawahi statusnya sebagai merek lokal yang aktif berkolaborasi dengan kementerian untuk mempromosikan produk lokal Indonesia di kancah internasional.
Ida Bagus menjelaskan lebih lanjut tentang upaya budidaya anggur yang mereka lakukan. "Kami membudidayakan beragam varietas anggur, mulai dari Muscat St. Vallier yang eksklusif dari Bali, hingga varietas internasional seperti Syrah dan Chenin Blanc, dalam kemitraan dengan petani lokal. Semua ini mencerminkan pertumbuhan yang dinamis dan kedalaman komitmen kami dalam menghasilkan anggur berkualitas tinggi," ungkapnya.
Selain fokus pada produksi anggur, Hatten Wines juga berperan dalam bidang pendidikan melalui Hatten Education Center. Didirikan pada tahun 2016 di The Cellardoor yang terletak di Sanur, Bali, pusat pendidikan ini dikenal sebagai lembaga pertama di Indonesia yang terakreditasi oleh *Wine & Spirit Education Trust* (WSET). Penunjukan ini memungkinkan Hatten Wines untuk menawarkan program pendidikan tentang wine dan spirit yang diakui secara global, memperkaya pengetahuan dan keterampilan para penggemar anggur serta profesional di bidang ini.
Portofolio produk dari Hatten Wines terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Saat ini, perusahaan memiliki tiga merek besar yang masing-masing menawarkan variasi wine yang beragam, yaitu Hatten Wines, TWO Islands, dan TWO Islands Reserve, serta Dragonfly Wines. Secara keseluruhan, ketiga merek tersebut menawarkan total 30 varian anggur. Hatten Wines mengeluarkan 13 jenis, diikuti oleh TWO Islands sebanyak 11 jenis, TWO Islands Reserve dengan 4 jenis, dan Dragonfly Wines yang memiliki 2 jenis. Ke depan, perusahaan juga merencanakan peluncuran TWO Islands Prosecco yang sangat dinantikan, yang dijadwalkan akan dirilis pada bulan Oktober 2024.
ANTARA
Hatten Wines Rayakan 30 Tahun Pionir Pembuatan Anggur di Bali
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
PLN Berencana Sewa PLTD 20 MW Selama Lima Tahun di Kapuas
Polres Bartim Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Green Policing di Pasar
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Komentar (0)
Memuat komentar…







