BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Musim lebaran ini jalan Makmur Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tidak semulus jalan di Desa Teluk Bogam hingga Keraya.

Padahal, jalan Makmur merupakan akse utama sekaligus gerbang menuju desa pesisir terpadu Bugam Raya. Terutama kondisi dua jembatan yang membelah jalan Makmur yakni Jembatan Amang Besar dan Jembatan Amang kecil yang rusak.

Walau masih terlihat kokoh jembatan selebar 6 meter tersebut cukup mengganggu saat dilewati ribuan kendaraan saat lebaran Idul Fitri 1437 H. Belum lagi bekas galian yang tidak diperbaiki secara normal dan menimbulkan lubang memanjang.

Hal ini berbeda dengan akses jalan dari Desa Kubu, Sungai Bakau, Bugam dan Keraya yang terasa mulus saat dilewati.

Hal ini diakui Suriansyah. Warga Desa Kubu ini mengatakan bahwa rusaknya jalan Makmur selain karena umur jalan yang sudah terlalu lama juga akibat seringnya dilalui kendaraan berat. Menurut Suriansyah jalan Mamur terakhir dibangun pada 1992, Setelah itu tidak ada perbaikan lagi. 


"Jalan Makmur Desa Kubu ini terakhir dibangun tahun 1992, kalau jalan menuju desa tetangga di pesisir kira-kira tahun 2014 hingga 2016," terang Suriansyah.

Sebagai pintu gerbang menuju destinasi wisata harusnya ada perhatian lebih dari pemerintah daerah, terutama jembatan Amang Besar dan Kecil yang sudah mengelupas aspal-aspalnya dan terasa keriting kalau dilewati.

Sementara itu, Pendi warga RT 2 Sungai Umbang Desa Sungai Bakau, Kecamatan Kumai, mengatakan bahwa untuk 2016 ini akses jalan menuju desanya dari Kubu sudah terbilang bagus. Hal ini berbeda dengan lebaran tahun 2014 dan 2015 lalu yang masih rusak dan bergelombang. Tentu saja kondisi jalan yang bagus ini sangat menguntungkan bagi perekonomian warga desanya, pasalnya dengan membaiknya akses jalan terbukti meningkatnya jumlah pengunjung yang meningkat di bandingkan tahun sebelumnya.


"Yang terasa adalah jumlah pengunjung meningkat di bandingkan tahun sebelumnya, sekitar 50 persen, tetapi untuk jumlahnya saya tidak tahu pasti," ujar Pendi di Sungai Umbang, Minggu (10/7/2016).

Walau begitu ia meminta agar pemerintah melakukan pemeliharaan secara berkala di sepanjang jalan Bugam Raya, pasalnya seperti pengalaman pembangunan jalan sebelumnya, kekuatan infrastruktur jalan di desanya dan desa lainnya tidak sebagus jalan-jalan di perkotaan.


"Pemeliharaan saja lebih rutin dan lakukan secara berkala," kata Pendi.

Dari pantauan Borneonews hingga pukul 16.00 WIB jalur jalan dari Desa Bugam hingga ke Kubu masih ramai dengan arus balik pengunjung. Kendaraan di dominasi oleh roda dua. (KOKO SULISTYO/m)