JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kepala Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan PT Bank Mandiri Tbk, Dian Ayu Yustina, mengungkapkan bahwa pelaku usaha dan pasar saat ini berada dalam posisi menunggu terkait dengan rencana pemangkasan suku bunga yang mungkin dilakukan oleh bank-bank sentral di seluruh dunia. Dian menjelaskan bahwa saat ini telah muncul periode optimis yang dirasakan baik secara global maupun domestik. Menurutnya, banyak pihak perlahan-lahan menantikan waktu yang tepat bagi bank sentral di berbagai negara untuk melakukan *cut-rate*. Poin ini disampaikan dalam seminar berjudul "Optimisme Baru Pembangunan Ekonomi Era Pemerintahan Prabowo-Gibran" yang diadakan di Jakarta. Ia menambahkan bahwa semua bank sentral di dunia, termasuk Bank Indonesia (BI), kini telah membuka opsi untuk pemangkasan suku bunga acuan. “Begitu juga dengan BI, dari pernyataan terbaru Pak Perry Warjiyo, Gubernur BI, ruang untuk menurunkan suku bunga tersebut kemungkinan besar akan terjadi pada kuartal IV-2024,” tutur Dian. Dari sisi Amerika Serikat, Dian juga menyebutkan bahwa pernyataan Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, pada acara di Jackson Hole baru-baru ini memberikan sinyal akan adanya kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter pada pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada September 2024. Sebagai informasi tambahan, Federal Open Market Committee (FOMC) yang merupakan badan kebijakan utama The Fed akan mengadakan pertemuan pada tanggal 17-18 September 2024. “Terlampir, pada bulan depan ada pertemuan FOMC The Fed. Para pelaku pasar cenderung berpendapat bahwa suku bunga akan turun, di mana sebagian mengharapkan penurunan sebesar 15 basis poin, dan sebagian lainnya hingga 50 basis poin, bahkan ada yang berharap penurunan lebih besar,” papar Dian. Dengan demikian, diperkirakan suku bunga The Fed dapat berada dalam kisaran 4,25 hingga 4,5 persen pada akhir tahun, atau mengalami penurunan total sebesar 100 basis poin. ANTARA