BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews - Bandarlampung**, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung melaporkan adanya peningkatan yang signifikan dalam jumlah pengunjung perpustakaan daerah pada semester pertama tahun 2024. Totals pengunjung mencapai 19.504 orang, angka yang mencolok jika dibandingkan dengan data tahun 2023 yang mencatat sebanyak 18.000 pengunjung selama setahun penuh. Kepala Bidang Layanan, TIK Pelestarian, dan Kerjasama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Peri Darmawan, menjelaskan bahwa mayoritas dari pengunjung tersebut adalah mahasiswa. Mereka memanfaatkan fasilitas perpustakaan untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah yang mereka miliki. Selain itu, terdapat juga kunjungan dari instansi pendidikan yang datang untuk kegiatan edukasi, yang turut berkontribusi pada jumlah pengunjung dalam enam bulan pertama tahun ini. Berdasarkan rincian kunjungan, pada triwulan I tercatat sebanyak 9.217 pengunjung, dan pada triwulan II meningkat menjadi 10.287 pengunjung. Puncak kunjungan terjadi pada bulan Maret dengan jumlah mencapai 4.260 orang, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat terhadap fasilitas yang tersedia. Darmawan juga menambahkan bahwa pengunjung tidak hanya berasal dari kalangan masyarakat di Provinsi Lampung, melainkan juga ada dari daerah luar. Kunjungan edukasi oleh anak-anak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan taman kanak-kanak seringkali disertai dengan peminjaman buku, dan fasilitas perpustakaan telah disusun sedemikian rupa untuk mendukung para pelajar atau mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir mereka. Untuk tahun 2024, pihaknya menargetkan peningkatan jumlah anggota pengguna kartu *Sakti* sebanyak 2.000 orang. Hingga saat ini, tercatat bahwa jumlah anggota perpustakaan yang belum terintegrasi dalam sistem kartu tersebut mencapai 17.158 orang sejak periode 2014 hingga Januari 2024. Seiring dengan peningkatan jumlah pengunjung, perpustakaan daerah Lampung juga berupaya memperbaiki dan memperluas fasilitas yang tersedia. Selain itu, mereka tengah memaksimalkan operasional perpustakaan keliling sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat. ANTARA