PADANG –
**Borneonews - Padang**, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy, mengungkapkan bahwa festival kebudayaan terbesar, yakni Festival Adat dan Budaya Nusantara (FABN) ke-3, akan dihadiri oleh puluhan raja dari seluruh Nusantara. Acara ini dijadwalkan berlangsung di Kota Padang pada 4 hingga 7 September 2024. Audy menyampaikan bahwa panitia telah mengonfirmasi kedatangan sekitar 25 hingga 50 raja dari berbagai daerah di Nusantara. Selain itu, tamu undangan dari negara-negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand juga akan turut ambil bagian dalam acara tersebut. Hal ini menunjukkan luasnya jangkauan festival ini dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal kepada dunia internasional. Festival ini dijadwalkan akan dimeriahkan dengan beragam kegiatan yang telah dipersiapkan oleh tuan rumah Kota Padang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Rangkaian acara mencakup orasi dan diskusi kebudayaan yang akan dipandu oleh Fadli Zon, diikuti dengan Jamuan Makan Bajamba yang diadakan bersama Wali Kota Padang di Youth Center Padang. Acara puncak FABN 3 akan berlangsung di Auditorium Istana Gubernur Sumbar pada malam hari tanggal 6 September 2024. Wakil Gubernur berharap agar FABN 3 dapat mereplikasi kesuksesan dan kemeriahan yang pernah diraih oleh FABN 1 di Jawa Tengah dan FABN 2 di Bali. Ia juga mengimbau masyarakat Sumatera Barat, khususnya warga Kota Padang, untuk berpartisipasi aktif dalam memeriahkan acara penting ini. Festival Adat dan Budaya Nusantara dilaksanakan secara kolaboratif antara Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan organisasi bernama Matra, yang berfungsi sebagai panitia utama dalam pelaksanaan festival. Matra adalah organisasi yang berfokus pada pelestarian adat dan budaya tingkat regional, melibatkan berbagai elemen seperti kerajaan, kesultanan, lembaga adat, serta akademisi dan budayawan. Organisasi ini berperan penting sebagai pilar dalam menyatukan keragaman suku dan budaya yang ada di Nusantara. Melalui kegiatan yang diusung, Matra berusaha untuk memperkuat ikatan antara pemangku adat, raja-raja, sultan, serta berbagai pihak yang berada di wilayah kebudayaan. Tujuannya adalah untuk saling mendukung dan bekerja sama dengan pemerintah dalam upaya mempertahankan dan melestarikan warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai luhur dari Nusantara. ANTARA