JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia berkeyakinan bahwa Pertemuan Pejabat Senior Ke-2 tentang Pembangunan Perdesaan dan Pengurangan Kemiskinan (*SOMRDPE*) serta Jaringan Desa ASEAN (*AVN*) akan menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan desa-desa di seluruh wilayah. Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Sugito, menyampaikan harapannya tersebut dalam sebuah pernyataan tertulis pada acara Gala Dinner SOMRDPE dan AVN yang berlangsung di Kota Batu, Jawa Timur, pada 28 Agustus 2024. Sugito menyatakan, "Saya berharap pengalaman yang kami peroleh di sini dapat dijadikan inspirasi dalam mengembangkan desa di masing-masing negara kita." Acara ini diselenggarakan untuk kedua kalinya sejak 28 Agustus hingga 1 September 2024. Kota Batu dan Kabupaten Malang dipilih sebagai lokasi acara berkat keberhasilan kedua daerah tersebut dalam pengembangan desa dan sektor pariwisata. Sugito menyampaikan bahwa para delegasi dijadwalkan untuk mengunjungi beberapa desa lokal secara langsung. Kunjungan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam kepada para delegasi mengenai perkembangan yang terjadi di kawasan tersebut serta gagasan tentang pengembangan desa yang dapat diterapkan di negara mereka masing-masing. "Kunjungan ke desa-desa ini akan memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana membangun desa yang tidak hanya mengalami kemajuan ekonomi, tetapi juga berkelanjutan dan selaras dengan alam serta budaya," ungkap Sugito. Salah satu desa yang akan dikunjungi oleh para delegasi adalah Tulungrejo di Kota Batu, yang dikenal sebagai pusat pertanian organik. Desa ini berperan penting dalam menjaga kesehatan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani. Selain itu, para delegasi juga akan menyaksikan Kanjuruhan Culture Carnival yang akan menampilkan berbagai seni tradisional, tarian, dan pertunjukan budaya. Sugito menekankan pentingnya *SOMRDPE* dan *AVN* dalam berbagi pengetahuan serta inovasi mengenai pengembangan desa di antara negara-negara ASEAN. Melalui acara ini, diharapkan kerjasama dan pertukaran ide dapat semakin memperkuat pengembangan komunitas pedesaan di kawasan Asia Tenggara. ANTARA