**Borneonews - Ternate**, Pemerintah Kota Ternate, yang terletak di Maluku Utara, tengah mempersiapkan lahan seluas 2,6 hektar untuk menampung para korban banjir yang melanda Kelurahan Rua. Kawasan tersebut berlokasi di sekitar Jambula dan diharapkan dapat menjadi lokasi relokasi yang aman bagi warga yang terdampak.
Rizal Marsaoly, Sekretaris Kota Ternate sekaligus Ketua Posko Tanggap Darurat, menjelaskan bahwa upaya relokasi ini merupakan langkah alternatif penting yang diambil oleh pemerintah daerah. Kawasan yang akan dibangun ini diharapkan dapat menghulurkan aliran sungai untuk mencegah bencana serupa di masa depan. Dia juga menekankan bahwa hasil rapat dengan berbagai pihak, termasuk BNPB dan BPBD Malut, telah selesai membahas penetapan situasi tanggap darurat, yang memungkinkan proses relokasi dapat segera dilakukan.
Dalam penjelasannya, Rizal menegaskan bahwa warga yang terdampak tidak akan kembali ke tempat asal mereka di lokasi banjir. Sebagai langkah awal, tim dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Balai Perumahan Rakyat dan Permukiman Maluku Utara telah mulai melakukan pendataan rumah-rumah yang terpengaruh bencana. Dari hasil pendataan sementara, tercatat ada 25 unit rumah yang berisiko, angka ini mungkin meningkat jika area yang didata diperluas.
Walaupun rumah-rumah tersebut tidak mengalami kerusakan parah, Rizal menjelaskan bahwa mereka berada dalam zona non pemukiman. Hal ini menjadikan relokasi ke lahan milik Pemkot Ternate sebagai solusi yang diperlukan. Selain mendata warga terdampak, Pemkot Ternate juga berkomitmen untuk melanjutkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, dengan mendengarkan aspirasi mereka yang menolak kembali ke lokasi yang rawan banjir.
Pemkot Ternate mengutamakan kecepatan dalam tindakan, agar para pengungsi tidak perlu tinggal lebih lama dalam tenda pengungsian. Pemkot berupaya memberikan jaminan hunian yang layak dan representatif bagi mereka yang terkena dampak. Proses relokasi akan diawali dengan pendataan akurat dan Pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) berencana membuka jalur air baru, disertai dengan menciptakan ruang terbuka hijau dalam radius 50 meter dari talud baru yang dibangun. Hal ini bertujuan agar warga tidak membangun kembali rumah mereka di lokasi berbahaya.
Selain langkah-langkah relokasi, BPJN juga berencana membangun jembatan darurat sementara. Langkah ini dianggap penting mengingat diperlukan normalisasi saluran air agar bisa berfungsi dengan baik. Banjir bandang yang terjadi di Kelurahan Rua pada tanggal 25 Agustus lalu mengakibatkan 18 orang meninggal dunia, satu orang hilang, serta delapan orang luka-luka. Insiden ini juga merusak 25 rumah dan satu mushola.
Menurut catatan Posko Tanggap Darurat, hingga saat ini terdapat sekitar 187 pengungsi yang telah ditempatkan di lokasi pengungsian yang disediakan di SMKN 4 Kota Ternate. Tim Posko Tanggap Darurat juga telah menyiapkan petugas di lokasi pengungsian untuk memberikan layanan yang maksimal, mulai dari kebutuhan pangan hingga pelayanan kesehatan.
ANTARA
Pemkot Ternate Siapkan Lahan Relokasi untuk Korban Banjir
Bagikan:

AMBON –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Perasaan Carrick Campur Aduk Usai MU Dibungkam Bournemouth
2 Gol Kylian Mbappe Menangkan Real Madrid 2-1 atas Barcelona
AC Milan Lanjutkan Catatan Tanpa Kalah Usai Menang 2-0 atas Udinese
573 Personel Dikerahkan Dalam Operasi Patuh Telabang 2026
Hujan Deras Guyur Sejumlah Lokasi di Taman Nasional Tanjung Puting
Sukardi Gau: Bahasa Indonesia Jadi Pemersatu di Tengah Keberagaman, Kalteng Punya 30 Bahasa Daerah
Komentar (0)
Memuat komentar…







