PALANGKARAYA –
**Borneonews - Palangka Raya**, Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, mengungkapkan sejumlah nama pejabat yang berpotensi menjadi Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda). Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa jajaran yang berpeluang untuk mengisi posisi tersebut termasuk Pak Leo, Bu Ina, dan beberapa nama lainnya. Sugianto menegaskan pentingnya memilih sosok yang mampu membawa keberagaman dalam pemerintahan. "Seperti Pak Leo yang sudah berpengalaman, ke depan kita akan melakukan pemilihan dengan cermat," ujarnya saat melaksanakan kegiatan kerja di Palangka Raya. Salah satu nama yang dicatat adalah Leonard S. Ampung, saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kalteng. Selain itu, Katma F Dirun yang merupakan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalteng, serta Herson B. Aden yang saat ini menjabat sebagai Penjabat Bupati Gunung Mas, juga menjadi kandidat yang potensial. Mengingat Sekda Kalteng, Nuryakin, akan segera memasuki masa purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), ketegangan sempat meningkat. Nuryakin, sekaligus bersiap untuk mengikuti Pilkada Murung Raya yang akan dilakukan pada 2024, memicu sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Kalteng untuk mengajukan pengunduran diri. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalteng, Lisda, menjelaskan bahwa sesuai dengan Undang-Undang tentang manajemen ASN, setiap ASN yang akan mengikuti Pilkada diwajibkan untuk mengundurkan diri. Dalam penyampaian informasi lebih lanjut, Lisda mengungkapkan bahwa di antara ASN yang mengajukan pengunduran diri terdapat nama-nama seperti Pak Sekda, Pak Suhaemi, dan Pak Sri Suwanto. Selain itu, beberapa penjabat sebelumnya seperti Pak Kaspinoor, Bu Lilis, Pak Erlin, dan Pak Saiful, serta satu orang dari eselon III yakni Pak Daldin, juga mengajukan pengunduran diri. Lisda menyebutkan bahwa terdapat beberapa individu di dalam kelompok tersebut yang sudah mendekati usia pensiun, atau mengundurkan diri atas permintaan sendiri. Keberadaan dinamika ini mencerminkan semangat kompetisi dan perubahan yang akan terjadi dalam pemerintahan daerah, terutama menjelang gelaran Pilkada mendatang. ANTARA