**Borneonews - Jakarta**, Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (BBPPMD-PDTT) di Jakarta menyatakan bahwa tanaman sorgum dapat menjadi solusi efektif dalam menurunkan angka stunting di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kandungan gizi sorgum yang tergolong tinggi.
Riska Yolanda, selaku Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda di BBPPMD-PDTT Jakarta, mengungkapkan bahwa sorgum memiliki berbagai manfaat, salah satunya dalam program penurunan stunting. Dalam seminar daring yang diadakan pada hari Kamis, ia menjelaskan rincian kandungan gizi sorgum. Setiap 100 gram sorgum mengandung sekitar 322 kalori, 11 gram protein, serta 3,3 gram lemak. Di samping itu, sorgum juga mengandung 73 gram karbohidrat, serat sebesar 2,3 persen, kalsium sebanyak 28 miligram, fosfor sekitar 287 miligram, dan zat besi sebanyak 4,4 miligram.
Jika dibandingkan dengan beras, yang pada takaran yang sama mengandung 360 kalori, 7 gram protein, 6,7 gram lemak, dan 79 gram karbohidrat, sorgum tampak lebih unggul dalam beberapa aspek gizi. Misalnya, beras hanya mengandung 1 persen serat, serta jauh lebih rendah dalam hal kalsium, fosfor, dan zat besi.
Dia menegaskan bahwa sorgum dapat digunakan sebagai alternatif dalam upaya penurunan stunting. Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang penting di Indonesia. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, angka stunting di Indonesia pada tahun 2023 tercatat sebesar 21,5 persen, mengalami penurunan yang minimal yaitu 0,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 21,6 persen.
Khusus di Jakarta, hasil dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2022 menunjukkan bahwa prevalensi balita yang mengalami stunting berada pada angka 14,8 persen. Menanggapi masalah ini, pemerintah telah melakukan berbagai intervensi, termasuk program gizi bagi ibu hamil dan anak-anak berusia 6 bulan hingga 2 tahun.
Selain itu, Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting mencakup lima pilar, salah satunya yang menekankan pentingnya penyediaan pangan yang bernutrisi. Di beberapa daerah, masyarakat telah memanfaatkan sorgum sebagai langkah dalam menurunkan angka stunting. Contohnya terlihat di Desa Klatanlo, Wulanggitang, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) mengembangkan budi daya sorgum untuk membantu warga yang berpenghasilan rendah dan mengalami masalah gizi.
ANTARA
Sorgum sebagai Solusi Nutrisi untuk Menurunkan Stunting di Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Komentar (0)
Memuat komentar…







