AMBON –
**Borneonews - Ternate**, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui tim Sales Area Retail Maluku Utara memberikan bantuan kepada para korban banjir di Kota Ternate. Bantuan yang disalurkan meliputi 1.000 liter *Dexlite*, tabung *LPG*, serta kompor gas. Wahyudi Wirjanto selaku Sales Area Manager Retail Maluku Utara menyatakan bahwa pihaknya sangat bersimpati terhadap para korban. Ia berharap bahwa bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak, khususnya di Kelurahan Rua dan sekitarnya. Penyerahan bantuan ini dilakukan bersama Anhar Alaudin, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung kepada Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman. Wahyudi menambahkan, bantuan ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengurangi dampak bencana yang terjadi di wilayah tersebut. Hingga saat ini, masyarakat yang terkena dampak bencana banjir bandang membutuhkan bantuan, terutama untuk kebutuhan dapur seperti bahan makanan, makanan instan, dan alat memasak. Selain itu, mereka juga memerlukan keperluan kesehatan seperti obat-obatan dan vitamin. Pertamina memberikan bantuan *LPG Bright Gas* ukuran 12 kg untuk memenuhi kebutuhan memasak di posko pengungsian. Anhar Alaudin, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Ternate, mengapresiasi perhatian serta bantuan dari PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku. Menurutnya, bantuan ini akan segera didistribusikan ke posko-posko bantuan yang ada di berbagai wilayah yang terdampak. Sementara itu, Edi Mangun selaku Area Manager Komunikasi, Hubungan Masyarakat, dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, menekankan bahwa program bantuan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang mengalami bencana. Ia berharap agar para korban banjir dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasanya. Banjir bandang yang melanda Kelurahan Rua di Ternate menyebabkan kerugian besar, dengan kerusakan pada jalan, fasilitas umum, serta rumah warga. Tragedi ini juga menelan korban jiwa, dengan laporan menyebutkan 18 orang meninggal, delapan orang luka-luka, dan satu orang masih dalam pencarian. Saat ini, tercatat sekitar 187 jiwa masih berada di pengungsian dan sangat membutuhkan bantuan. ANTARA