BANDUNG –
**Borneonews - Tasikmalaya**, Presiden Joko Widodo menyoroti bahwa Bendungan Leuwikeris, yang dibangun di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, merupakan proyek dengan biaya terbesar di antara semua bendungan yang telah diresmikan sebelumnya. Saat meresmikan bendungan pada hari Kamis, Presiden mengungkapkan bahwa total biaya pembangunan mencapai Rp3,5 triliun. Presiden menegaskan bahwa pembangunan Bendungan Leuwikeris dimulai sejak tahun 2016 dan telah memakan waktu selama delapan tahun. Proyek ini sepenuhnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan alokasi dana sebesar Rp3,5 triliun. Dalam perbandingan, anggaran untuk pembangunan bendungan lainnya biasanya berkisar antara Rp800 miliar hingga Rp1,5 triliun. Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa Bendungan Leuwikeris tidak hanya memiliki biaya yang tinggi, tetapi juga memiliki kapasitas yang luar biasa. Luas area genangan bendungan ini mencapai 243 hektare, dengan total volume daya tampung air sebesar 81 juta meter kubik. Hal ini menunjukkan besarnya kontribusi bendungan tersebut bagi pengendalian banjir dan sebagai sumber energi melalui pembangkit listrik. Manfaat dari Bendungan Leuwikeris diharapkan sangat signifikan, terutama dalam memenuhi kebutuhan air untuk sektor pertanian. Berdasarkan data yang ada, bendungan ini akan mampu mengairi area irigasi seluas 11.200 hektare, memberikan dampak positif yang besar bagi para petani di sekitarnya. Peresmian bendungan yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis tersebut ditandai dengan pemasangan replika kujang, yang merupakan senjata khas dari Jawa Barat, oleh Joko Widodo. Presiden tiba di lokasi peresmian pada pukul 11.15 WIB, didampingi oleh Ibu Negara Iriana serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, bersama dengan pejabat pemerintah daerah setempat dari Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya. ANTARA