MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menekankan pentingnya pengoptimalan peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam menghadapi tantangan perekonomian yang diperkirakan akan semakin kompleks pada tahun 2025. Dalam pandangannya, langkah-langkah yang diambil saat ini akan menentukan arah ekonomi di wilayah tersebut, terutama berkaitan dengan program-program dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam sebuah Rapat Koordinasi yang dilaksanakan di Hotel Claro, Jufri menyampaikan, situasi fiskal saat ini membutuhkan perhatian yang lebih serius. Dia mengingatkan, berdasarkan pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Keuangan, kondisi ekonomi pada tahun 2025 akan lebih berat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah, termasuk pemerintahan yang akan datang. Jufri juga menyoroti bahwa rapat ini memiliki signifikansi yang besar dalam merancang pembangunan di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) dalam rentang waktu lima hingga sepuluh tahun mendatang. Oleh karena itu, peran OJK menjadi sangat vital dalam memberikan edukasi, literasi, dan inklusi keuangan kepada masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk melakukan evaluasi terhadap seluruh program OJK dan mereplikasi yang berhasil di kawasan lainnya. Lebih lanjut, Jufri berharap OJK dapat turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks ini, TPAKD diharapkan dapat menjalankan program-program OJK secara optimal, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, baik pada tingkat nasional maupun di kawasan Sulampua. Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Darwisman, menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan serta memperkuat perekonomian guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di wilayah timur Indonesia. Ia menjelaskan bahwa tingkat pertumbuhan perekonomian di wilayah Sulampua saat ini mencapai 6,74 persen, yang berada di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat pada angka 5,07 persen. Hadir dalam kesempatan ini juga Direktur Inklusi Keuangan OJK, Edwin Nurhadi, dan Kasubdit BUMD, Lembaga Keuangan, dan Aneka Usaha, Bambang Ardianto, yang turut memberikan dukungan terhadap inisiatif ini. ANTARA