YOGYAKARTA –
**Borneonews - Sleman**, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menekankan pentingnya pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB) yang telah terbentuk di daerahnya untuk memberikan edukasi mengenai mitigasi bencana kepada masyarakat. Hal ini dinyatakan oleh Bupati Kustini saat mengukuhkan pengurus KSB di Sumberejo, pada Kamis. Kustini mengingatkan bahwa para pengurus serta relawan KSB memiliki peran krusial dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang mitigasi bencana. "Edukasi kepada masyarakat mengenai mitigasi bencana sangat penting agar kita dapat meminimalkan jumlah korban di masa depan," ungkapnya. Ia juga mengapresiasi inisiatif pengukuhan pengurus KSB tersebut, yang dianggap sangat strategis mengingat Kabupaten Sleman terletak di wilayah rawan bencana. "Adanya ketrampilan dan kesiapan dalam mitigasi bencana di tengah masyarakat diperlukan untuk menekan angka korban yang mungkin akan ditimbulkan," lanjut Kustini. Pengukuhan tersebut diadakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sleman untuk KSB Kalurahan Sumberejo, yang mencakup periode 2024-2027. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan Kantor Kalurahan Sumberejo, dengan Bupati Kustini bertindak sebagai pengukuh. Sebagai pembuka, acara pengukuhan KSB diawali dengan sebuah simulasi penanggulangan bencana yang terjadi akibat angin ribut. Dalam rangkaian simulasi ini, para relawan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menunjukkan langkah-langkah tanggap bencana. Prosedur yang diperagakan meliputi koordinasi antar- *stakeholder*, proses evakuasi korban, pendirian dapur umum, dan berbagai tindakan penanganan bencana lainnya. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Mustadi, menyebutkan bahwa KSB di Kalurahan Sumberejo ini merupakan yang ke-27 di wilayah Sleman. Pembentukan serta pembekalan untuk KSB ini berlangsung sejak 27 hingga 29 Agustus 2024. "Kegiatan ini melibatkan 50 peserta yang berasal dari beragam elemen masyarakat, termasuk relawan, tokoh masyarakat, anggota linmas, kader, serta karang taruna. Program KSB mencakup kegiatan yang bersifat klasikal, praktis per divisi, serta simulasi," jelas Mustadi. ANTARA