PALANGKARAYA –
**Borneonews - Palangka Raya**, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen untuk memperkuat pengawasan terhadap proses perizinan berusaha yang didasarkan pada *risk-based approach* atau pendekatan berbasis risiko. Langkah ini menjadi bagian dari upaya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor tersebut. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi serta bimbingan teknis yang dilaksanakan di Palangka Raya pada hari Kamis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pelaku usaha mengenai kewajiban yang harus dipenuhi baik dari aspek administrasi maupun teknis. Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah di Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menjelaskan pentingnya kepatuhan pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas mereka sesuai dengan standar yang telah ditentukan, serta mempertimbangkan tingkat risiko. Kepatuhan ini diharapkan dapat berkontribusi pada percepatan realisasi investasi di wilayah Kalimantan Tengah. “Dengan meningkatnya nilai realisasi investasi yang terwujud, kami berharap dapat bersama-sama mewujudkan Kalimantan Tengah yang semakin Berkah,” ungkapnya. Yuas juga memaparkan bahwa pada tahun 2023, Kalimantan Tengah berhasil melampaui target investasi yang ditetapkan oleh Kementerian Investasi/BKPM RI. Dari target investasi sebesar Rp16,09 triliun, provinsi ini berhasil merealisasikan investasi mencapai Rp19,11 triliun, yang merupakan capaian sebesar 118,74 persen dari target tersebut. Untuk tahun 2024, target investasi ditingkatkan menjadi Rp18,96 triliun. Yuas menekankan pentingnya dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak agar target tersebut dapat dicapai. Di sisi lain, Plh Kepala DPMPTSP, Sukarno, menambahkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pelaku usaha terkait pengawasan perizinan berusaha berbasis risiko. “Kami berharap kegiatan ini bisa mendorong percepatan pelaksanaan bisnis dan peningkatan realisasi investasi di Kalimantan Tengah," tandasnya. ANTARA