BORNEONEWS, Sampit - Hari pertama masuk kerja setelah cuti bersama, Wakil Bupati Kotawaringin Timur M Taufiq Mukri melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di daerah itu.
Dari sidak yang dilakukan, ditemukan beberapa pegawai yang belum masuk kerja dengan beberapa alasan. Seperti alas an sakit, masih dalam perjalanan kembali ke Sampit dan ada beberapa pegawai tanpa keterangan.
“Dari hasil sidak kami di beberapa SKPD ditemukan ada yang tidak hadir. Ada yang izin da nada dua orang di Dinas pendidikan tidak hadir tanpa keterangan. Mereka yang tanpa keterangan sudah kita minta kepala SKPD untuk menelusuri apa karena kesengajaan atau tidak, dan akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegas Taufiq Mukri usai melaksanakan sidak, Senin (11/7/2016).
Pada hari pertama kerja usai libur lebaran, Wakil Bupati Kotim didampingi Kepala Bagian huimas Setda Kotim melakukan sidak di empat SKPD, diantaranya, Dinas pendidikan, Dinas Kesehatan, Puskesmas Baamang II dan RSUD dr Murjani Sampit.
Dari pantauan Borneonews, Taufiq Mukri mengecek kehadiran pegawai di setiap ruang kerja, terutama di Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Usai mengecek sambil bersalaman dengan para pegawai yang lagi sibuk bekerja, dia terlihat mengecek satu per satu kehadiran pegawai melalui absensi di SKPD masing-masing.
Sebelum melakukan sidak tersebut, Wakil Bupati memimpin apel bendera di halaman Kantor Bupati yang diikuti pegawai Sekretariart Daerah, Badan Kepagawaian daerah, Sekretariat DPRD, Korpri, dan satpol PP.
“Tingkat kehadiran mereka ini sekitar 95%. Di Dinas Kesehatan tingkat kehadirannya kurang lebih 84%, tapi mereka yang tidak hadir karena ada penanganan khusus dan ada yang meninggal. Di Disdik melihat sekitar 85%. Sedangkan di Puskesmas Baamang II dan Rumah sakit semua hadir dan pelayanan berjalan lancar,” ungkap Taufiq.
Taufiq mengatakan, dari beberapa pegawai yang tidak hadir dengan berbagai macam alas an tersebut, sebagian diakui karena izin mengantar anaknya masuk kuliah di Jawa dan sebagian lainnya sakit. Sedangkan di Dinas Kesehatan ada yang tidak hadir karena ada saalah satu pegawai di dinas itu meinggal dunia.
“Kita merasa bangga tingkat kehadiran pegawai cukup baik. Yang tidak hadir hanya mereka yang izin mengurus anaknya masuk kuliah di Jawa dan sakit,” ujarnya. (RAFIUDIN/m)








