**Borneonews - Athena**, Paus Fransiskus baru-baru ini mengungkapkan keprihatinan mendalam tentang situasi para imigran yang mencoba menyeberangi Laut Mediterania. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa laut tersebut telah bertransformasi menjadi sebuah "kuburan" bagi para migran yang seharusnya mencari perlindungan dan ketentraman.
Dalam pidatonya, Paus menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi oleh para migran dalam perjalanan mereka menuju tujuan yang memberikan harapan akan kehidupan yang lebih baik. Ia menggarisbawahi ironi bahwa Laut Mediterania, yang seharusnya berfungsi sebagai jalur komunikasi antarbangsa dan simbol peradaban, kini berperan sebagai tempat jatuhnya banyak nyawa. Ini disampaikan melalui laporan resmi dari media Vatikan.
Lebih lanjut, Paus menegaskan bahwa jumlah kematian yang terjadi di kalangan migran seharusnya dapat dihindari. Ia mengkritik praktik-praktik yang mencegah mobilitas dan hak-hak para migran. Menurutnya, upaya yang dilakukan dengan sadar untuk menghalangi migrasi merupakan kesalahan moral yang serius.
Paus menekankan bahwa tidak seharusnya ada individu yang kehilangan hidupnya di lautan ataupun di kawasan gurun. Ia berpendapat bahwa langkah-langkah untuk memperketat regulasi anti-migrasi atau penempatan kekuatan militer di perbatasan bukanlah solusi yang efektif untuk menangani problematika ini. Sebaliknya, menurutnya, upaya preventif dapat dilakukan dengan memperluas jalur migrasi yang aman dan teratur.
"Memberikan perlindungan kepada mereka yang melarikan diri dari peperangan, kekerasan, dan penganiayaan adalah langkah yang sangat penting. Migrasi seharusnya dikelola secara global dengan prinsip keadilan, persaudaraan, dan solidaritas," tukasnya.
Dalam kesempatan ini, Paus Fransiskus juga memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan berbagai organisasi yang berupaya membantu para migran dan pengungsi, baik di kawasan Mediterania maupun di berbagai belahan dunia lainnya. Pendekatan ini menunjukkan dukungan konkret terhadap mereka yang berada dalam situasi krisis.
ANTARA
Paus Fransiskus: Laut Mediterania Menjadi Kuburan Migran
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Komentar (0)
Memuat komentar…







