PALEMBANG –
**Borneonews - Palembang**, PT Jasa Raharja melaksanakan program edukasi yang ditujukan untuk 198 guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK, di Sumatera Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan keselamatan berkendara, tidak hanya kepada para siswa tetapi juga kepada masyarakat di sekitar mereka. Kepala Kantor PT Jasa Raharja Cabang Palembang, M Mulkan, menjelaskan bahwa institusi tersebut memiliki dua tanggung jawab utama. Pertama, sebagai pengelola undang-undang yang mengatur keselamatan transportasi. Kedua, menjalankan tanggung jawab moral dalam memberikan edukasi tentang keselamatan berlalu lintas. Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan merupakan bagian dari upaya ini. Dalam kesempatan tersebut, Mulkan menyampaikan komitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak terkait. Tujuannya adalah untuk menyebarkan pemahaman akan pentingnya keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar, dengan salah satu pendekatan melalui program sosialisasi berjudul *Diseminasi Model Integrasi Pendidikan Lalu Lintas (PPL)*. Mulkan menambahkan bahwa dengan penanaman budaya keselamatan berlalu lintas sejak dini, harapannya adalah terbentuknya lingkungan sekolah yang sadar akan pentingnya kedisiplinan dalam berlalu lintas. Dengan demikian, anak-anak diharapkan dapat menerapkan disiplin tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Lebih lanjut, ia merinci bahwa data menunjukkan antara 30 hingga 40 persen kecelakaan lalu lintas melibatkan pelajar, khususnya mereka yang menggunakan sepeda motor. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok pelajar menjadi salah satu kategori yang paling rentan terhadap kecelakaan, terutama saat melakukan perjalanan ke sekolah. Oleh karena itu, pihak Jasa Raharja berharap pendidikan berlalu lintas dapat menyatukan persepsi dan memperluas pengetahuan di kalangan pendidik, khususnya di wilayah Sumatera Selatan. Menurut data yang ada, hampir tiga hingga empat puluh persen kecelakaan lalu lintas yang terjadi melibatkan pelajar, yang sebagian besar merupakan pengguna kendaraan roda dua. Angka tersebut sangat mencolok, mengingat aktivitas rutin pelajar yang menggunakan sepeda motor untuk pergi ke sekolah. ANTARA