JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pendiri Lembaga Kajian Pembangunan Sumber Daya Manusia - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam-PBNU), KH Helmi Ali Yafie, mengungkapkan bahwa Indonesia lebih tepat mengikuti ideologi Pancasila ketimbang khilafah. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh fakta bahwa Indonesia dibangun atas dasar kesepakatan masyarakat yang berasal dari berbagai suku, agama, dan budaya, bukan semata-mata berdasarkan ideologi Islam atau pengaruh dari Timur Tengah. Helmi menjelaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara sudah menunjukkan kapasitasnya dalam merangkul beragam perbedaan masyarakat. Ia berpendapat bahwa penggantian landasan negara tidak perlu dilakukan karena Pancasila sudah terbukti mampu mencakup dan mengakomodasi keberagaman yang ada di Indonesia. Ia menekankan, apa yang diterapkan di Timur Tengah mungkin belum tentu relevan untuk diterapkan di Indonesia, dan ideologi baru belum tentu mampu menyelesaikan masalah yang ada di tanah air. Lebih lanjut, ia mengkritik ideologi khilafah yang berasal dari Timur Tengah, yang dinilai tidak sepenuhnya sempurna dan kurang sesuai untuk konteks Indonesia. Menurutnya, ideologi ini berkembang dari sistem pemerintahan monarki yang ada di kawasan tersebut. Khilafah, kata Helmi, sering kali mengacu pada sistem pemerintahan yang diterapkan pada masa dinasti-dinasti besar seperti Bani Umayyah, Abbasiyah, dan Fatimiyah. Ia menegaskan bahwa pemerintahan yang dipimpin oleh grup-grup tersebut tidak jauh berbeda dengan sistem kerajaan. Masyarakat pada saat itu pun tidak puas dengan sistem kerajaan, di mana para penguasa dan kroninya cenderung menunjukkan kemewahan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ketidakpuasan di kalangan masyarakat tersebut melahirkan gerakan sufisme, yang muncul sebagai respons kritis terhadap cara hidup yang berlebihan dari para pemimpin dan pengikut mereka. Helmi menambahkan bahwa ideologi khilafah tidak dapat sepenuhnya ditafsirkan berdasarkan kitab suci *Alquran*, karena praktiknya sering kali berdasarkan pada tafsir segelintir orang. Oleh karena itu, ia menegaskan kembali bahwa Pancasila adalah ideologi negara yang paling tepat untuk Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya dalam memfasilitasi keberagaman dan mendukung demokrasi di Tanah Air. Helmi menganggap bahwa meskipun Pancasila masih memiliki beberapa kekurangan, model negara yang diterapkan di Indonesia telah terbukti bertahan hingga saat ini. Dia juga berharap agar seluruh organisasi keagamaan di Indonesia dapat memberikan wawasan yang benar mengenai khilafah, agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Helmi mengajak rakyat Indonesia untuk aktif mencari klarifikasi terkait informasi yang beredar, terutama mengenai propaganda khilafah, agar mereka memiliki pemahaman yang lebih kuat dan berbasis pada fakta. ANTARA