SAMARINDA –
**Borneonews - Penajam Paser Utara**, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, meluncurkan program *go to school* sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Program ini dianggap sangat krusial dalam memberikan ruang bagi pemilih pemula untuk mengekspresikan suara dan pendapat mereka dengan lebih jelas dan positif. Edwin Irawan, salah satu Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penajam Paser Utara, menyatakan bahwa generasi muda memainkan peran yang sangat vital dalam pengawasan partisipatif pada setiap pelaksanaan pilkada. Menurut Edwin, peran pemilih pemula dalam pilkada sangatlah signifikan. Mereka diharapkan menjadi pemilih yang cerdas sehingga dapat memberikan kontribusi pada kebijakan publik yang bersifat inklusif, mewakili kepentingan seluruh lapisan masyarakat. Sebagai langkah konkret, Bawaslu Kabupaten Penajam Paser Utara telah mengerahkan anggota Panwascam ke sekolah-sekolah menengah atas (SMA) serta perguruan tinggi di wilayah kerja mereka. Langkah ini bertujuan untuk mendekatkan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya terlibat dalam proses demokrasi. Sejauh ini, anggota Panwascam telah mengunjungi berbagai sekolah di empat kecamatan, yaitu Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku. Dalam kegiatan tersebut, mereka telah mendatangi dua sekolah di Kecamatan Penajam, dua sekolah di Kecamatan Waru, tiga sekolah di Kecamatan Babulu, serta dua sekolah di Kecamatan Sepaku. Edwin menambahkan bahwa anggota Panwascam berupaya memberikan pemahaman yang mendalam mengenai demokrasi dan politik yang santun, menjauhkan generasi muda dari praktik politik uang yang merugikan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif pemilih pemula, sehingga mereka dapat berperan serta dalam pengawasan serta menggunakan hak suara mereka pada saat pelaksanaan pilkada. Melalui program *go to school*, Bawaslu berharap generasi muda akan mendapatkan pemahaman yang bijak mengenai politik, serta mengembangkan sikap santun dalam berpolitik. ANTARA