**Borneonews - Belitung Timur**, Bupati Belitung Timur, Burhanudin, menginginkan pembentukan lembaga khusus oleh pemerintah pusat yang bertugas untuk mengelola sektor kelapa sawit di Indonesia secara komprehensif, dari hulu hingga hilir. Harapannya, pembentukan lembaga ini dapat mengurangi tumpang tindih kepentingan yang sering terjadi antara berbagai pihak terlibat dalam industri sawit.
Melalui pengamatan Burhanudin, kelapa sawit telah menjadi salah satu sektor unggulan bagi perekonomian nasional, menyumbangkan devisa hasil ekspor yang signifikan. Namun, dia mencatat bahwa banyak pihak yang terlibat di dalam sektor ini yang menyebabkan potensi maksimal dari sawit tidak dapat terwujud secara optimal.
Saya sebagai pemimpin daerah kecil berharap kepada pemerintah pusat untuk membentuk lembaga yang secara fokus mengurus sektor ini, agar semua aspek terkait, baik hulu maupun hilir, dapat terkelola dengan baik. Dengan demikian, kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor sawit ini untuk lebih berkembang, ungkapnya saat memberikan pernyataan di Belitung Timur.
Lebih jauh, Burhanudin menyoroti realita bahwa kehadiran banyak pihak dengan kepentingan yang beragam justru merugikan daerah. Meskipun kontribusi sektor sawit berperan penting terhadap APBN, ia lamentasikan bahwa kontribusi tersebut belum sebanding dengan apa yang diterima oleh APBD daerah.
Dalam konteks pendapatan daerah, Burhanudin menjelaskan bahwa dana bagi hasil dari kelapa sawit yang diperoleh Belitung Timur terbilang kecil. Tahun ini, daerahnya hanya menerima lebih dari Rp8 miliar dan proyeksi sekitar Rp7 miliar untuk tahun depan, sehingga totalnya hanya sedikit di atas Rp16 miliar selama dua tahun terakhir.
Dana bagi hasil ini, lanjut Burhanudin, telah ditentukan penggunaannya oleh pemerintah pusat. Penggunaan tersebut meliputi pembangunan dan perbaikan jalan yang dilalui oleh truk pengangkut kelapa sawit, fasilitasi pendaftaran Surat Tanda Daftar Budi Daya (STDB) bagi perkebunan sawit warga, serta pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi petani sawit.
Dengan total area perkebunan sawit di Belitung Timur yang mencapai lebih dari 60 hektare, Burhanudin menegaskan komitmennya untuk mengembangkan hilirisasi industri sawit di wilayahnya. Tujuan dari hilirisasi ini adalah untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Produksi *crude palm oil* (CPO) menjadi salah satu andalan yang didorong dalam industri sawit. Namun, Burhanudin mengingatkan perlunya memanfaatkan potensi produk turunan lain yang juga dapat diproduksi dari kelapa sawit, seperti biogas, kompos dari limbah sawit, hingga produk kerajinan dari lidi sawit. Ia berharap industri sawit di Belitung Timur mampu menggali dan mengembangkan potensi ini.
Saat perusahaan pertama kali mempresentasikan rencana mendirikan pabrik, mereka menjanjikan pembangunan industri hilir lainnya. Namun, hingga kini baru dua pabrik yang berdiri. ANJ Group sudah membangun pabrik untuk kebutuhan listrik dan biogas, tetapi yang lainnya masih belum terealisasi, tutup Burhanudin, menegaskan harapannya akan perkembangan industri sawit di daerahnya.
ANTARA
Burhanudin Usulkan Pembentukan Lembaga Khusus untuk Sektor Sawit
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Peneliti Jepang Temukan Tutup Botol Bawa Ekosistem Laut Filipina
Wembanyama Bawa Spurs Kalahkan Mavericks 122-106
Imam Besar: Serangan Berulang ke Mekkah Bongkar Niat Kriminal Houthi
Kemenpar-BPOLBF Gandeng Agen Wisata Tiongkok Perluas Pasar Labuan Bajo
Mendagri Prancis: Ribuan Orang Ditahan saat Demonstrasi Lanjutan
Dua Tunggal Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters
Komentar (0)
Memuat komentar…







