JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Puan Maharani, menegaskan pentingnya menyempurnakan praktik demokrasi di tengah tingginya biaya yang diperlukan dalam dunia politik. Dalam membangun lembaga politik melalui pemilihan umum, beban finansial yang harus ditanggung sangatlah besar. "Politik itu mahal, bahkan untuk kalah kita harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Oleh karena itu, kita perlu terus berusaha menyempurnakan praktik demokrasi yang berkeadaban demi memenuhi amanat konstitusi," ujar Puan dalam pidatonya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Ke-79 DPR RI dan laporan kinerja Dewan untuk Tahun Sidang 2023–2024 yang berlangsung di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis. Dalam pidatonya, Puan menyampaikan bahwa selama Tahun Sidang 2023–2024, DPR RI telah aktif mengawal pelaksanaan Pemilu 2024 agar dapat memenuhi kriteria konstitusi, yaitu pemilu yang bersifat langsung, umum, bebas, rahasia, serta berlangsung secara jujur dan adil. "Rakyat telah menggunakan hak suaranya, dan Pemilu 2024 telah berlangsung dengan baik. Kini, kita telah memilih presiden, wakil presiden, anggota DPR RI, DPRD RI, dan DPD RI," tambahnya. Puan juga menggarisbawahi pentingnya praktik demokrasi berkeadaban yang seharusnya mampu memenuhi hak-hak rakyat sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi. Dia menjelaskan bahwa sistem pemerintahan demokratis telah berjalan dari satu rezim ke rezim yang lain, dan setelah reformasi, praktik tersebut semakin diperkuat dan terukur. Kedaulatan rakyat sebagai pemegang suara harus ditegakkan oleh pemerintah, dan hal ini juga dipertegas melalui amandemen konstitusi. Negara diharuskan untuk memenuhi hak-hak rakyat sebagai warga negara, di mana eksekutif, legislatif, dan yudikatif memiliki tanggung jawab masing-masing dalam menjalankan fungsi, kewenangan, dan kekuasaannya. Puan juga membahas tentang transformasi kelembagaan DPR yang harus adaptif terhadap dinamika politik dan sosial yang selalu berubah. Dia menekankan bahwa setiap tantangan dan tuntutan dari zaman sekarang harus dijawab melalui fungsi dan kewenangan yang dimiliki oleh DPR RI. "Harapan masyarakat kepada DPR RI adalah untuk dapat menggunakan kekuasaannya demi memberikan jalan bagi rakyat agar hidup sejahtera, tenteram, dan memudahkan segala urusan. Dengan demikian, tidak akan ada lagi rakyat Indonesia yang tertinggal atau diabaikan, setiap orang harus merasakan kehadiran negara dalam kehidupannya yang semakin baik," paparnya. Dalam pidatonya, Puan menegaskan komitmen DPR sebagai lembaga politik untuk mengutamakan kepentingan negara yang lebih besar, sejalan dengan konstitusi, serta tetap mendengarkan aspirasi rakyat. Dia menekankan bahwa kekuasaan yang dimiliki DPR RI harus dijalankan dengan cara konstitusional, penuh martabat, serta bijaksana dan dekat dengan masyarakat. "Demi mewujudkan prinsip demokrasi yang sebenar-benarnya serta berkontribusi dalam membangun peradaban demokrasi yang berdaulat rakyat, kita harus bekerja sama,” ungkapnya. Puan juga mengajak seluruh anggota dewan untuk berkolaborasi dalam membangun DPR RI yang berintegritas, sesuai dengan kehormatan lembaga yang mereka wakili, dan bersatu dalam semangat gotong royong untuk membangun Indonesia. "Atas nama Pimpinan DPR RI, saya mengucapkan selamat bekerja dan berjuang dalam pengabdian kepada rakyat, bangsa, dan negara. Selamat Ulang Tahun Ke-79 DPR RI. Dirgahayu DPR RI," ujarnya menutup pidato. Dalam kesempatan yang sama, Puan memaparkan laporan kinerja DPR RI untuk tahun sidang 2023-2024 dengan tema "DPR Perkuat Persatuan dan Gotong Royong Menuju Indonesia Sejahtera", yang mencakup pencapaian dalam bidang legislasi, penyusunan anggaran, pengawasan, serta diplomasi parlemen. ANTARA