**Borneonews - Jakarta**, Pengelolaan sungai yang berkelanjutan di Indonesia memerlukan pendekatan yang terintegrasi, yang mencakup kekuatan dari kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai (*DAS*). Hal ini disampaikan oleh Profesor Subarudi, seorang peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (*BRIN*).
Dalam sebuah diskusi daring yang ditransmisikan dari Jakarta, Subarudi menekankan bahwa untuk mencapai pengelolaan sungai yang berkelanjutan, diperlukan pengoptimalan dalam koordinasi perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan pengelolaan *DAS*. Dia menyatakan pentingnya adanya lembaga yang kuat dalam pengelolaan, yang berfungsi sebagai pemimpin dalam proses tersebut, mengingat banyaknya pihak yang terlibat.
Saat ini, pengelolaan *DAS* di Indonesia melibatkan berbagai instansi, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (*KLHK*), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (*PUPR*), Kementerian Dalam Negeri, serta pemerintah daerah dan berbagai unsur masyarakat. Kerjasama yang sinergis antar lembaga ini sangat penting untuk memperkuat pengelolaan *DAS*.
Selain masalah kelembagaan, Subarudi juga menggarisbawahi perlunya perubahan dalam pola pikir masyarakat. Masih terdapat sebagian masyarakat yang memandang sungai sebagai tempat pembuangan sampah, yang mengakibatkan peningkatan pencemaran aliran sungai. "Jika dianggap sebagai bagian belakang, maka tempat tersebut biasanya akan disalahgunakan sebagai tempat sampah. Sebaliknya, jika dianggap sebagai bagian depan, mereka akan lebih malu untuk membuang sampah," ucapnya.
Pendekatan strategis ini semakin relevan mengingat kondisi banyak sungai di Indonesia yang tercemar. Contohnya, Sungai Citarum di Jawa Barat, yang telah tercatat sebagai salah satu sungai paling tercemar di dunia. Penelitian yang dilakukan oleh BRIN menunjukkan bahwa pencemaran sungai di Indonesia, khususnya dari sampah plastik, banyak berasal dari aktivitas manusia. Sumber pencemaran ini bervariasi dari limbah rumah tangga, lalu lintas, tempat pembuangan akhir (*TPA*), industri, dan lainnya.
Dengan memperhatikan berbagai aspek pengelolaan yang komprehensif, diharapkan kondisi sungai di Indonesia dapat ditingkatkan untuk masa depan yang lebih baik.
ANTARA
Pengelolaan Sungai Berkelanjutan, Kekuatan Kelembagaan dan Perubahan Mindset
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Yusril: Kebijakan Publik Harus Berorientasi Kepentingan Masyarakat
Raharjati Nursamsa Raih Perak World Climbing Series di Chile
ISPU Kapuas Melonjak dari 1.657 ke 2.406 dalam Sejam, Udara Berstatus Berbahaya
Imam/Fairuz Tempati Peringkat Keempat AVC Suma Open 2026
Kemenperin Bidik Industri Animasi Perluas Penyerapan Tenaga Kerja
Wamenekraf Ajak Pelaku Ekraf Daerah Bidik Pasar Lebih Luas
Komentar (0)
Memuat komentar…







