BORNEONEWS, Gunung Mas - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas bekerja sama dengan Satuan Narkoba Polres Gumas melakukan tes urin terhadap ratusan aparatur sipil negara (ASN) dan honorer, yang mengikuti apel di halaman kantor Bupati Gumas, Senin (11/7/2016) pagi.
Bahkan Bupati Gumas Arton S Dohong, Wakil Bupati Rony Karlos, Sekretaris Daerah (Sekda) Kamiar dan semua pejabat di lingkungan Pemkab Gumas juga mengikuti tes urin.
“Pada hari ini setelah libur panjang, sesuai jadwal dari BNK (Badan Narkotika Kabupaten) dilakukan tes urin bagi seluruh ASN dan PHTT atau honorer,” kata Arton kepada wartawan di ruang kerjannya, Senin (11/7/2016) siang.
Menurut dia, dari hasil tes urin terhadap ASN dan PHTT dapat diketuhiu siapa saja yang terindikasi mengonsumsi narkoba, mengingat peralatan yang digunakan untuk tes urine sesuai standar yang telah ditetapkan. Selain itu, pemeriksaan hasil tes dilakukan oleh analis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Gumas yang cukup berkompeten.
“Bagi yang terindikasi menggunakan narkoba, maka akan kita berikan teguran keras,” tegas Arton.
Bila teguran keras telah diberikan kepada ASN atau pun honorer, kata dia, maka yang bersangkutan akan terus dipantau oleh pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) masing- masing dan pihak Satuan Narkoba Polres Gumas.
“Tes urin ini akan berdampak positif. Artinya bagi yang tidak menggunakan narkoba agar lebih menjauhi diri dari narkoba. Sementara yang menggunakan narkoba supaya berhenti, karena dampaknya sangat besar dan tidak baik bagi kinerja, keluarga dan bagi dirinya sendiri,” ucapnya.
Arton melanjutkan, tes urin bagi ASN dan honorer memang baru pertama kali dilakukan oleh Pemkab Gumas. Namun pada tahun berikutnya tes urin akan berlangsung rutin. Bahkan, kata dia, bila dana memungkinkan bisa dilakukan dua kali dalam satu tahun.
“Namun bagi yang terindikasi akan dilakukan tes urin secara temporer aratinya bisa dilakukan sewaktu-waktu. Kalau terindikasi untuk kedua kalinya, sudah cukup dasar untuk menjalani rehabilitasi. Sementara bagi ASN yang tidak hadir saat ini, akan dipanggil khusus. Namun waktunya tidak akan diberitahukan,” ujarnya.
Dia menambahkan, selain ASN dan honorer yang bertugas di Kuala Kurun, tes urin juga akan dilakukan terhadap pegawai di tiap kecamatan. (EPRA SENTOSA/m)








