**Borneonews - Jakarta**, Pemahaman mengenai penggunaan obat yang benar dan sesuai dengan kaidah medis menjadi aspek krusial dalam menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga. Ida Budi Gunadi Sadikin, selaku Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Kesehatan, menekankan bahwa peran aktif seorang ibu dalam memberikan perawatan dan obat-obatan saat anggota keluarga sakit sangatlah vital.
Ia menjelaskan dalam sebuah acara diskusi daring yang disaksikan secara luas di Jakarta bahwa penting bagi para ibu untuk memiliki pengetahuan yang cukup mengenai cara penggunaan obat yang tepat. Penggunaan obat yang tidak sesuai dengan ketentuan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang serius, sehingga penerapan pemahaman yang benar harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari di keluarga.
Ida juga menggarisbawahi beberapa hal penting terkait penggunaan obat, terutama mengenai cara memperoleh obat. Ia menekankan bahwa obat keras serta antibiotik sebaiknya diperoleh dan digunakan berdasarkan resep dari dokter. Penggunaan antibiotik yang sesuai dengan anjuran medis sangat penting untuk mencegah terjadinya resistensi *anti-mikroba*.
Menurut Ida, resistensi tersebut mengacu pada kondisi di mana bakteri menjadi kebal terhadap pengobatan yang biasanya efektif, membuat infeksi lebih sulit diatasi. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang penggunaan antibiotik sangat diperlukan, ujarnya.
Lebih lanjut, Ida menekankan bahwa tidak semua individu memberikan respons yang sama terhadap obat yang diresepkan oleh dokter. Ia mendorong masyarakat untuk tidak sembarang memberikan obat yang diperoleh kepada orang lain, karena ini dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya.
Dilarang membagikan obat resep dokter kepada keluarga atau teman, apalagi jika efeknya bisa berbeda atau bahkan berisiko, tambahnya.
Di samping itu, Ida mengingatkan pentingnya aspek penyimpanan obat dalam rumah. Obat sebaiknya disimpan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak. Setelah obat tidak lagi dalam masa berlaku, sebaiknya dibuang dengan cara yang benar guna mencegah penyalahgunaan dan dampak negatif terhadap lingkungan.
Ia turut menjelaskan bahwa kebiasaan menyimpan obat yang telah kadaluarsa atau tidak terpakai adalah masalah yang cukup umum. Ini menjadi tantangan bagi kita semua karena banyak obat yang tidak terpakai atau sudah kadaluarsa. Akan tetapi, menganggap bahwa sayang untuk dibuang adalah anggapan yang keliru, terutama di masa pandemi Covid-19, ketika banyak obat yang menumpuk, tandasnya.
Dengan memahami dan menerapkan hal-hal tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih bijaksana dalam menggunakan obat dan menjaga kesehatan keluarga dengan lebih baik.
ANTARA
Pentingnya Pemahaman Penggunaan Obat untuk Kesehatan Keluarga
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Arema FC Libas Dewa United 4 Gol Tanpa Balas
Veda Ega Alihkan Fokus ke GP Malaysia Usai GP Australia Batal
Shin Tae-yong Tekankan Pembinaan Usia Dini untuk Majukan Sepak Bola
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Komentar (0)
Memuat komentar…







