BOGOR –
**Borneonews - Kabupaten Bogor**, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor, yang terletak di Jawa Barat, sedang memperluas inisiatif *Desa Merdeka Sinyal* ke daerah-daerah yang masih mengalami masalah blank spot. Langkah ini diambil untuk meningkatkan aksesibilitas komunikasi di wilayah tersebut. Muharom, Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Diskominfo Kabupaten Bogor, menjelaskan bahwa saat ini program ini tengah difokuskan pada Desa Cipinang yang berada di Kecamatan Rumpin. Ini terjadi setelah keberhasilan pelaksanaan inisiatif *Desa Merdeka Sinyal* di sejumlah desa lainnya. Sebelumnya, program ini telah berhasil diimplementasikan di beberapa wilayah antara lain Desa Ciguha dan Banyuasin yang ada di Kecamatan Nanggung. Muharom menambahkan bahwa masih terdapat sembilan desa lainnya yang akan menerima perhatian serupa secara bertahap, dengan dukungan dari pihak Telkomsel sebagai bagian dari kerja sama ini. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kemudahan akses informasi bagi masyarakat. Hal ini sangat penting, terutama mengingat peran teknologi komunikasi dalam mendukung berbagai aspek kehidupan. General Manager Telkomsel Permata Jaya Simarmata menegaskan bahwa perusahaan akan membangun jaringan *base transceiver station* (BTS) di Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin. Ini merupakan bagian dari komitmen Telkomsel untuk memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat. Melalui peningkatan infrastruktur telekomunikasi yang baik, mereka berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Simarmata juga berharap bahwa infrastruktur yang dibangun dapat bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung kemajuan pembangunan di Kabupaten Bogor. Ia berpesan kepada masyarakat setempat untuk menjaga dan merawat BTS yang telah dibangun agar tetap berfungsi optimal. Sejak awal tahun 2022, jumlah desa di Kabupaten Bogor yang mengalami masalah lemah sinyal telah menunjukkan penurunan yang signifikan. Dulu, terdapat 35 desa yang teridentifikasi sebagai wilayah dengan sinyal lemah. Namun saat ini, angka tersebut telah berkurang menjadi kurang dari 10 desa saja. Peningkatan ini menunjukkan bahwa upaya untuk memperbaiki akses telekomunikasi di daerah tersebut membuahkan hasil yang positif. ANTARA