JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan pada akhir perdagangan hari Kamis. Hal ini terjadi menjelang rilis data terkait klaim pengangguran di AS yang dinanti oleh para pelaku pasar. Pada penutupan perdagangan tersebut, rupiah tercatat turun tipis sebesar 2 poin atau setara dengan 0,01 persen, sehingga berada di kisaran Rp15.424 per dolar AS. Sebelumnya, nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp15.422 per dolar AS. Analis mata uang, Lukman Leong, menjelaskan bahwa situasi ini mencerminkan kecenderungan investor yang memilih untuk *wait and see* sebelum rilisnya data revisi mengenai pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS serta klaim pengangguran yang dijadwalkan akan diumumkan malam ini. Pertumbuhan PDB AS untuk kuartal II tahun 2024 diperkirakan akan mencapai angka 2,8 persen, dengan klaim pengangguran diproyeksikan berada di level 232 ribu. Di sisi lain, ketegangan yang berlangsung di Timur Tengah terus menjadi faktor yang mampu membawa dampak negatif terhadap mata uang yang dianggap berisiko. Namun, hingga saat ini, perkembangan situasi di kawasan tersebut belum menunjukkan hal yang signifikan. Pada saat yang sama, nilai Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang ditentukan oleh Bank Indonesia mengalami kenaikan. Kurs JISDOR tercatat berada di level Rp15.409 per dolar AS, naik dari posisi sebelumnya yang berada di angka Rp15.476 per dolar AS. ANTARA