**Borneonews - Sigi, Sulawesi Tengah**, Pemerintah Kabupaten Sigi di Sulawesi Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas kakao, salah satu komoditas unggulan di daerah tersebut.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sigi, Rahmat Iqbal, menjelaskan bahwa tanaman kakao berperan penting sebagai penggerak ekonomi regional. Selain menjadi sumber pendapatan bagi petani, kakao juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja, pengembangan agribisnis dan agroindustri, serta pembangunan wilayah di Kabupaten Sigi.
Iqbal menegaskan bahwa perencanaan untuk hilirisasi kakao harus dilakukan dengan seksama. Menurutnya, hilirisasi yang tepat sangat diperlukan, mengingat banyaknya lahan kakao yang sudah ditanami. Saat ini, fokus pemerintah daerah adalah untuk mengembalikan dan meningkatkan produksi serta produktivitas tanaman kakao.
Ia mengungkapkan bahwa hilirisasi kakao di Kabupaten Sigi masih berada dalam tahap rumah tangga. Sebagai contohnya, di Desa Omu, Kecamatan Tanambulava, terdapat usaha cokelat yang dikelola oleh petani setempat, namun kapasitas produksinya masih terbatas dan belum dijalankan secara masif. Hal ini menyebabkan sejumlah kendala yang dihadapi oleh masyarakat.
Iqbal berharap bahwa proses hilirisasi kakao tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Tanaman Pangan saja, tetapi juga melibatkan Dinas Koperasi serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Menurutnya, jika berbicara tentang industri, kolaborasi antar dinas itu mutlak diperlukan. Upaya untuk mengembangkan usaha budidaya kakao juga perlu dimaksimalkan agar bisa memenuhi kebutuhan pasar.
Selain itu, Iqbal juga menyampaikan bahwa saat ini harga komoditas kakao meningkat, mencapai Rp124 ribu per kilogram. Ia optimistis bahwa tren harga yang baik ini dapat memberikan manfaat lebih bagi pendapatan petani kakao di Sigi.
Luas lahan tanam kakao di wilayah Kabupaten Sigi tersebar di berbagai kecamatan, termasuk Palolo, Nokilalaki, Dolo, Dolo Selatan, Kulawi, Kulawi Selatan, dan Lindu. Iqbal mencatat, Kecamatan Palolo, Kulawi, dan Kulawi Selatan memiliki jumlah tanaman kakao terbesar.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sigi, luas total lahan kakao di daerah tersebut mencapai 27.885 hektare. Sekitar 30 hingga 50 persen dari luas lahan itu terdiri dari tanaman yang sudah berusia tua, sehingga diperlukan program peremajaan untuk meningkatkan hasil pertanian.
ANTARA
Pemerintah Kabupaten Sigi Optimalkan Produksi Kakao untuk Ekonomi Daerah
Bagikan:

PALU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
Komentar (0)
Memuat komentar…







