JAKARTA –
**Borneonews - Seoul**, Pemerintah Korea Selatan mengumumkan rencana untuk secara bertahap meningkatkan besaran premi pensiun, khususnya ditujukan kepada generasi muda dan generasi paruh baya. Langkah ini diambil sebagai respon terhadap semakin parahnya masalah dana pensiun yang mengalami penurunan signifikan. Krisis yang menyangkut dana pensiun ini terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah penduduk lanjut usia, sementara angka kelahiran menunjukkan penurunan yang cukup drastis. Dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi, Presiden Yoon Suk Yeol menekankan pentingnya untuk menetapkan jaminan pembayaran pensiun nasional dalam undang-undang. Hal ini bertujuan untuk memberikan keyakinan kepada generasi muda bahwa mereka nantinya akan menerima manfaat pensiun yang telah dijanjikan. Menurut pernyataan dari Dinas Pensiun Nasional yang dikelola oleh pemerintah, dana pensiun tersebut diperkirakan akan habis pada tahun 2055. Hal ini menjadi perhatian serius karena diprediksi akan mengalami defisit pertama kalinya pada tahun 2041. Menghadapi situasi ini, Yoon menegaskan komitmennya untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap dana pensiun nasional melalui reformasi berkelanjutan yang berkelanjutan. Presiden Yoon juga menjelaskan bahwa pemerintah akan memfasilitasi reformasi baik di dana pensiun umum maupun swasta, dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan para pensiunan di masa mendatang. Saat ini, pemerintah Korea Selatan tengah mempersiapkan pengumuman rencana reformasi pensiun yang lebih rinci dan berharap bisa mendapatkan dukungan dari Majelis Nasional, meskipun saat ini dikuasai oleh kelompok oposisi, agar undang-undang pensiun dapat direvisi sesuai dengan kebutuhan yang ada. Sebelumnya, upaya untuk mencapai kesepakatan antara partai-partai yang berkuasa dan oposisi dalam soal reformasi dana pensiun tersebut tidak membuahkan hasil. Perbedaan pendapat di antara mereka terletak pada besaran dana yang seharusnya diterima oleh para pensiunan, menambah kompleksitas pada isu yang sudah cukup rumit ini. ANTARA