BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Kotim Syahbana meminta seluruh ketua RT/RW di daerah setempat mengawasi pendatang baru. Ini guna menghindari pendatang yang terlibat organisasi terlarang penyebar teror. Dia menilai bisa saja jaringan teroris memilih domisili sementara di daerah ini.

"Mari kita awasi pendatang baru yang masuk di Kabupaten Kotim, jangan sampai mereka (pendatang) itu adalah anggota dari organisasi terlarang," kata dia, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/7/2016).

Seperti diketahui, Sampit, Kabupaten Kotim, sempat menjadi perhatian saat terjadi bom di kawasan Thamrin Jakarta beberapa waktu lalu. Salah seorang pelaku pernah tinggal dan memiliki KTP Kabupaten Kotawaringin Timur.

Menurut politisi Partai Nasdem itu, belajar dari pengalaman kejadian itu, ketua RT/RW harus mengenali persis warganya. Termasuk mengenai latar belakang pekerjaan dan jumlah anggota keluarga di setiap tempat tinggal. Sehingga, ketua RT/RW dapat mengawasi dan lebih berhati-hati dalam mengeluarkan surat keterangan domisili kepada warga baru di lingkungannya.

Apabila ada warga pendatang baru, ketua RT/RW harus mencatat asal, pekerjaan, kegiatan, dan tujuan datang ke wilayah tersebut, termasuk jumlah keluarga dan sebagainya.

"Kami yakin jika ketua RT/RW mendata dan mengawasi warganya secara cermat tidak mungkin ada kejadian yang mengarah pada suasana yang tidak kondusif," ujar dia.

Syahbana juga menyarankan, aturan bagi tamu yang bermalam lebih dari 24 jam wajib melapor ke RT/RW harus dipertegas lagi. Tujuannya untuk antisipasi sekaligus menciptakan situasi aman dan tentram.

Apabila ditemukan seseorang atau kelompok orang yang janggal, mencurigakan, dan mengganggu kamtibmas, ketua RT/RW diharapkan segera melakukan tindakan dan koordinasi secara berjenjang.

Sementara itu, Kepala Polres Kotim AKBP Hendra Wirawan mengatakan, kepolisian meningkatkan kesiagaan sejak serangan bom bunuh diri di Mapolresta Solo menjelang lebaran lalu.

"Termasuk di wilayah hukum Polres Kotim. Sesuai instruksi kapolri, kami melakukan pengamanan yang sangat melekat sehingga dapat diantisipasi kalau ada kecurigaan mengarah pada teroris," kata dia. (RIFQI/m)