BORNEONEWS, Kasongan - Sungai Katingan di Kabupaten Katingan menyurut sejak kurang lebih dua pekan terakhir seiring berkurangnya curah hujan  Bahkan penyurutan Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan ini bisa dibilang cukup drastis.


"Saya kemarin lihat Sungai Katingan itu, dan saya terkejut setelah melihat kondisi airnya yang semakin menyurut itu," sebut Ketua LSM Suara Rakyat Katingan, Anto Saptono, Senin (11/7/2016).

Beberapa hari sebelum lebaran, kata Anto, dia juga sempat melihat kondisi Sungai Katingan dari atas Jembatan Kasongan. Namun saat itu kondisi airnya masih tergolong normal belum terlalu surut.

"Tapi kemarin saya melihat sudah sangat dangkal, sebab di beberapa tempat di sungai itu sudah muncul gundukan pasir di tengah sungai. Ini kan sangat drastis surutnya," kata Anto heran.

Memang setiap tahun pada musim kemarau Sungai Katingan ini selalu menyurut. "Tapi ini belum sampai sebulan tidak ada hujan, bahkan dua hari lalu Kasongan dan sekitarnya diguyur hujan, tapi sekarang lain dari dulu," katanya.

Anto menduga air Sungai Katingan yang surut secara drastis ini karena di bagian hulu/Utara Katingan hutan yang ada mulai  gundul. Akibatnya, hutan yang berfungsi sebagai penyangga atau menahan/menyimpan air sudah jauh berkurang. Sehingga saat ada hujan air yang ada langsung mengalir ke tempat lebih rendah atau sungai. Sebaliknya saat curah hujan mulai berkurang air yang ada di sungai cepat surutnya.

"Dugaan kita kenapa Sungai Katingan ini sangat cepat surutnya karena salah satunya di bagian hulu hutan yang ada mulai gundul," katanya.

Pasalnya, 12 perusahaan pemegang  Hak Pengusahaan Hutan (HPH)  tidak konsisten. "Kalau saya lihat, mereka (HPH) itu hanya janji saja melakukan penanaman kembali, tapi nyatanya tidak ada penghijauan itu," sebutnya.

Lainnya, imbuh Anto, yang mempengaruhi surutnya air Sungai Katingan secara drastis itu karena cuaca ekstrim, yaitu panas matahari yang menyengat akhir-akhir ini.

"Terasa benar panasnya, perubahannya signifikan. Soalnya sekarang subuh itu kita pakai kipas angin atau hidupkan AC. Beda dengan dulu yang kedinginan kalau pagi. Dan ini tidak hanya di Kasongan, tapi cuaca panas juga terjadi di bagian hulu yang notabene masih banyak hutannya," imbuhnya.

Sementara saat coba dikonfirmasi terkait masalah ini, Kepala BLH Katingan Hap Baperdo masih belum bisa memberikan konfirmasi. "Saya sekarang masih ada rapat. Nanti saya buatkan rilisnya," kata Hap Baperdo melalui telepon. (ABDUL GOFUR/m)