JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menekankan pentingnya menyelesaikan negosiasi perjanjian perdagangan sebelum pergantian pemerintahan kepada presiden terpilih Prabowo Subianto yang dijadwalkan pada Oktober 2024. Ia menunjukkan bahwa saat ini neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 51 bulan berturut-turut, yang menyoroti perlunya upaya berkelanjutan dalam memperkuat kondisi tersebut dengan mengatasi hambatan perdagangan melalui kesepakatan diplomatik. "Pada masa ini, masih banyak hambatan perdagangan yang ada. Oleh karena itu, kami sedang melakukan diplomasi perdagangan melalui perjanjian-perjanjian," ujarnya saat membuka acara Dialog Khusus Trade Corner di Jakarta, yang berlangsung pada hari Kamis. Menurutnya, diplomasi memainkan peran yang sangat penting dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar tujuh hingga delapan persen. Indonesia juga tengah melakukan negosiasi untuk Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (I-EU CEPA), yang diharapkan dapat diselesaikan pada September 2024. Selain itu, Zulkifli Hasan menyoroti strategi pemerintah dalam memperluas pasar perdagangan di luar Amerika Serikat dan Eropa, dengan fokus pada pasar non-tradisional seperti Asia Tengah, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Amerika Latin. "Kita harus mendominasi pasar global. Jika ekspor kita tetap pada kondisi saat ini, mustahil untuk mencapai pertumbuhan sebesar 7-8 persen," ujarnya dengan tegas. Ia juga menambahkan bahwa salah satu strategi lain untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah dengan mengontrol aliran barang impor serta memperkuat produktivitas domestik. Pengendalian masuknya barang impor ke Indonesia dianggap vital untuk melindungi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari ancaman kepunahan. Menurut Zulkifli Hasan, barang impor seharusnya diwajibkan untuk memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta sertifikat halal. "Mereka harus dikelola dan dikendalikan. Negara lain juga melakukan hal yang sama. Dengan begitu, ekonomi kita akan tumbuh," tambahnya, mencerminkan kebijakan yang proaktif untuk mendukung keberlanjutan ekonomi Indonesia. ANTARA