KUPANG –
**Borneonews - Kupang**, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan kepada masyarakat yang tinggal di Kabupaten Sabu Raijua dan Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang dapat berlangsung hingga 31 Agustus 2024. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek, menjelaskan bahwa kondisi ini disebabkan oleh aktifnya aliran angin *Monsoon Timur*. Dengan datangnya musim kemarau, angin kencang di wilayah ini menjadi perhatian serius. Masyarakat yang berencana untuk melakukan aktivitas di luar rumah diimbau agar berhati-hati. Selain angin kencang yang dapat mengakibatkan pohon tumbang, risiko lain yang harus diwaspadai adalah potensi baliho yang dapat jatuh akibat hembusan angin yang kuat. Lebih jauh, Sti mengingatkan bahwa angin kencang juga dapat meningkatkan risiko kebakaran. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak membakar sampah kering pada siang hari. Disarankan juga agar petani tidak membuka lahan baru dengan cara membakar lahan lama, mengingat pembakaran saat kondisi cuaca tidak stabil ini dapat mengakibatkan kebakaran yang cepat meluas dan susah dikendalikan. Ia menekankan, "Jangan membuang puntung rokok sembarangan di lahan kering," untuk mencegah insiden kebakaran yang mungkin terjadi akibat kelalaian. Selain itu, Sti mencatat bahwa selain Sabu Raijua dan Pulau Sumba, potensi angin kencang juga masih membayangi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Rote Ndao. Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang juga mengeluarkan peringatan akan gelombang tinggi yang bisa mencapai dua meter. Hal ini harus diwaspadai oleh para pelaku pelayaran. Perubahan arah angin yang tiba-tiba dan gelombang tinggi adalah dua faktor penting yang perlu ditanggapi dengan serius saat berada di perairan. Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Yandri Tungga, meminta warga yang tinggal di dekat area dengan gelombang tinggi untuk selalu waspada dan memperhatikan kondisi cuaca saat berlayar. ANTARA