BATAM –
**Borneonews - Batam**, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, yang terletak di Kepulauan Riau, telah mengeluarkan imbauan kepada para pelaku industri pariwisata, baik masyarakat yang melakukan perjalanan maupun pelaku usaha pariwisata itu sendiri, untuk lebih waspada dalam menghadapi potensi penyebaran wabah cacar monyet, yang dikenal juga dengan istilah *Mpox*. Dalam keterangannya, Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat laporan mengenai kasus *Mpox* di wilayah Batam. Meski demikian, ia menekankan kepada masyarakat dan pelaku pariwisata untuk tetap menjaga kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah penularan virus ini melalui perlindungan diri. Ardiwinata menyarankan, "Jika merasa tidak sehat, lebih baik tidak melakukan perjalanan. Selain itu, tetap terapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan secara teratur dan menggunakan masker ketika mengalami gejala batuk atau pilek." Menurut Kepala Dinas tersebut, masyarakat di Indonesia, khususnya di Batam, telah terbiasa dengan protokol kesehatan akibat pandemi COVID-19 yang lalu. Dengan demikian, ia menyatakan bahwa tidak diperlukan protokol kesehatan tambahan khusus untuk *Mpox*. "Sebagian besar dari kita telah menjadikan protokol kesehatan selama pandemi sebagai bagian dari keseharian. Oleh karena itu, kita cukup menerapkan hal itu tanpa perlu menetapkan protokol khusus untuk *Mpox*," ungkapnya. Meskipun kondisi di Batam saat ini dianggap aman, pemerintah setempat belum mengeluarkan peringatan perjalanan atau *travel advice*. Ini mengingat Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura. Tercatat, di Singapura telah ditemukan 13 kasus konfirmasi *Mpox*, yang termasuk dalam kategori infeksi yang tidak terlalu parah, yaitu klade 2. Sementara itu, pemeriksaan suhu tubuh dan pengamatan visual dilakukan di pintu masuk bandara Changi dan Seletar di Singapura. "Saat ini, belum ada *travel advice*, hanya perlu meningkatkan kewaspadaan. Protokol kesehatan telah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari," tambah Ardi. Ardiwinata juga menekankan bahwa aktivitas pariwisata di Kota Batam berjalan dengan normal. Berbagai acara wisata dan kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) tetap dijadwalkan hingga akhir tahun 2024. Data menunjukkan bahwa hingga Juli 2024, jumlah kunjungan wisatawan, baik domestik maupun internasional, mencapai 600 ribu orang. Meskipun situasi pariwisata tergolong stabil, Ardi tetap mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati. Jika ada yang merasa kurang sehat, mereka disarankan untuk segera mencari pengobatan dan menunda perjalanan. "Kondisi ini mengharuskan kita untuk selalu berhati-hati. Jika merasa tidak enak badan, sebaiknya berobat. Namun, kegiatan pemerintah dan aktivitas pariwisata dapat terus berlanjut seperti biasa," ujar Ardi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan *Mpox* sebagai darurat kesehatan global untuk kedua kalinya dalam dua tahun terakhir. Data menunjukkan sekitar 3,6 persen kasus *Mpox* dapat berujung kematian, dengan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan. Berdasarkan laporan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait perkembangan situasi penyakit infeksi yang muncul, terdapat 88 kasus konfirmasi *Mpox* yang terdata di seluruh Indonesia dari tahun 2022 hingga 2024. Kasus-kasus tersebut tersebar di beberapa daerah, termasuk Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). ANTARA