**Borneonews - Jambi**, Mahasiswa Universitas Jambi (Unja) yang tergabung dalam unit kegiatan mahasiswa bidang robotik telah menerapkan inovasi dalam pertanian modern melalui metode *smart farming* yang berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Inisiatif ini secara khusus ditujukan kepada kelompok tani yang berada di Kelurahan Bakung Jaya, dengan tujuan untuk mempermudah dan meningkatkan efisiensi kerja para petani.
Ketua Tim Program Pemberdayaan Masyarakat (PPK) Ormawa Robotika dan Otomasi Universitas Jambi, Rizki Supriyatna, mengungkapkan bahwa dengan mengimplementasikan konsep *smart farming*, petani tidak lagi perlu melakukan penyiraman secara manual dan pemberian nutrisi tanaman, karena semua proses tersebut akan dilakukan secara otomatis oleh sistem yang telah dipasang.
Sistem ini dilengkapi dengan berbagai sensor yang berfungsi untuk memantau kelembapan tanah. Ketika sensor mendeteksi bahwa tanah dalam keadaan kering, sistem penyiraman akan secara otomatis aktif. Rizki juga menjelaskan bahwa untuk metode hidroponik, penyediaan nutrisi pada tanaman akan dilakukan secara terstruktur dan efisien berkat adanya sistem pemberian nutrisi otomatis.
Pentingnya penggunaan PLTS sebagai sumber energi listrik juga menjadi sorotan utama. Dengan demikian, petani tidak perlu khawatir akan ketergantungan pada listrik dari PLN, yang sering kali tidak stabil di daerah-daerah tertentu. Rizki menambahkan bahwa tim yang terlibat dalam proyek ini terdiri dari 15 mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi, termasuk Teknik Elektro, Sistem Informasi, dan Teknik Pertanian.
Melalui Program PPK Ormawa 2024, mahasiswa bertujuan untuk memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat lokal melalui pendekatan pemberdayaan, edukasi, serta penerapan teknologi pertanian modern. Rizki berharap bahwa program ini akan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam sektor pertanian, serta mendorong pembentukan kelurahan yang memiliki pertanian berkelanjutan dan modern.
Namun, Rizki mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam implementasi *smart farming*, yaitu pentingnya upaya edukasi dan pemahaman yang tepat bagi masyarakat serta petani, yang sebagian besar merupakan kelompok usia lanjut. Di sisi lain, dengan pendekatan komunikasi yang baik, adopsi metode ini diharapkan dapat diterima oleh para petani. Implementasi *smart farming* diharapkan dapat memberikan dampak positif pada hasil pertanian, metode bertani, serta pengelolaan waktu dan tenaga kerja.
Lurah Bakung Jaya, Purwanoto, juga mengungkapkan bahwa kegiatan dari UKM Robotika dan Otomasi telah memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat, terutama kelompok tani. Ia menambahkan bahwa program-program yang telah dilaksanakan, seperti kelas edukasi, pelatihan, serta *workshop*, sangat bermanfaat bagi masyarakat dan petani setempat, dan ia menegaskan bahwa program tersebut akan terus dilanjutkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
ANTARA
Mahasiswa Unja Terapkan Smart Farming untuk Tingkatkan Pertanian di Jambi
Bagikan:

JAMBI –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







